Bank Digital Grab dan Singtel Incar Segmen UKM di Singapura

Pada Senin (30/12/12019), dua perusahaan tersebut bekerja sama untuk mengajukan lisensi bank digital.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 31 Desember 2019  |  16:57 WIB
Bank Digital Grab dan Singtel Incar Segmen UKM di Singapura
Logo angkutan online Grab - Reuters/Edgar Su

Bisnis.com, JAKARTA – Grab Holding Inc. dan Singapore Telecommunications Ltd. bekerja sama untuk mendirikan bank digital di Singapura. Masih banyaknya jumlah masyarakat yang belum mendapatkan layanan finansial konvensional menjadi potensi yang akan dimaksimalkan.

“Kami yakin bahwa kami bisa membuat perbedaan di Singapura. Di sini benar-benar ada kebutuhan yang harus dipenuhi,” kata CEO Singtel Arthur Lang, dikutip dari Bloomberg, Selasa (31/12/2019).

Pada Senin (30/12/12019), dua perusahaan tersebut bekerja sama untuk mengajukan lisensi bank digital. Grab adalah operator bisnis online terbesar di Asia Tenggara, sedangkan Singtel adalah firma komunikasi terbesar Singapura.

Singapura saat ini memiliki sejumlah bank terbesar di Asia Tenggara, namun rupanya masih ada segmen konsumen yang belum tergarap maksimal oleh layanan keuangan konvensional. Banyak kelompok usaha kecil dan menengah (UKM) serta konsumen individu yang masih mencari layanan keuangan nonbank.

Lang mengatakan bahwa berdasarkan penelitian terbaru, ada sekitar 38% warga Singapura yang masih belum tergarap maksimal oleh bank, atau under-banked. Di sisi lain ada sekitar 2% warga Singapura yang belum memiliki akses layanan perbankan.

Ruben Lai, Senior Managing Director Grab Financial Group mengatakan bahwa masih ada kekosongan pembiayaan untuk pelaku UKM di Singapura. Layanan perbankan untuk segmen konsumen ini dinilai masih melibatkan biaya-biaya tersembunyi dan tidak memiliki dorongan yang kuat untuk meningkatkan skala bisnis UKM.

Namun, Grab dan Singtel juga memahami bahwa langkah mereka tidak akan mudah karena layanan perbankan di Singapura sudah bekerja dengan cukup baik. Mereka juga harus berhadapan dengan DBS Group Holdings Ltd. dan Citigroup Inc. yang mendominasi lanskap pembiayaan di Singapura.

Sejauh ini, kedua perusahaan ini belum menyampaikan proyeksi pendapatan dan keuntungan dari bank digital yang akan mereka hadirkan. Namun, mereka cukup optimistis bank digital yang akan mereka buat akan mendatangkan sukses secara finansial.

“The Monetary Authority of Singapore [MAS] ingin melihat bisnis yang berkelanjutan, dan hal ini adalah inti dari tujuan besar kami. Namun, pada akhirnya kita harus bisa menyajikan angka dan keuntungan yang menarik bagi investor,” kata Lai.

Selain persaingan dengan perbankan, rencana bisnis Grab dan Singtel akan menghadapi tantangan dari sisi regulasi. Modal inti bagi perusahaan teknologi yang diharuskan untuk mendapatkan lisensi perbankan penuh mencapai US$1,1 miliar, jauh lebih tinggi dari negara lain. Hong Kong misalnya hanya mengharuskan modal inti sebesar US$38,5 miliar.

Meski begitu, Grab dan Singtel masih memiliki modal lain yang bisa membuat bisnis mereka berjalan dengan lancar, yakni basis konsumen yang besar. Grab saat ini telah diunduh oleh lebih dari 166 juta pengguna di Asia Tenggara, sedangkan Singtel memiliki 4 juta pelanggan di Singapura.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Grab

Editor : Galih Kurniawan
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top