Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BI Tegaskan Cadangan Devisa Cukup untuk Jaga Rupiah

Bank Indonesia kemungkinan belum akan mengaktifkan fasilitas multilateral currency swap arrangement yang disepakati oleh tiga negara (Asean+3), Chiang Mai Initiative Multilateralization.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 26 Maret 2020  |  13:20 WIB
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memberikan keterangan pers melalui streaming di Jakarta, Kamis (26/3 - 2020). Dok. Bank Indonesia
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memberikan keterangan pers melalui streaming di Jakarta, Kamis (26/3 - 2020). Dok. Bank Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia memastikan cadangan devisa cukup untuk mengawal stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah goncangan wabah virus Corona.

Alhasil, Bank Indonesia kemungkinan belum akan mengaktifkan fasilitas multilateral currency swap arrangement yang disepakati oleh tiga negara (Asean+3), Chiang Mai Initiative Multilateralization.

"Kami pastikan jumlah cadangan devisa lebih dari cukup. Kami akui tekanan nilai tukar yang cukup besar dari minggu lalu dan minggu sebelumnya sehingga membuat cadangan devisa turun," ujar Perry melalui tayangan YouTube kanal BI, Kamis (26/3/2020).

Kendati turun, Perry memastikan cadangan devisa masih cukup untuk triple intervention, a.l. DNDF, pembelian SBN di pasar spot, dan intervensi di pasar valas.

Sejauh ini, Perry menuturkan pihaknya memiliki fasilitas currency swap dan lain sebagainya secara bilateral yang dapat menopang cadangan devisa. Dengan China dan Jepang, dia menuturkan Indonesia memiliki perjanjian swap masing-masing sebesar US$30 miliar dan US$22,7 miliar.

Dari perjanjian lainnya, Indonesia memiliki fasilitas hingga S$10 miliar dari Singapura.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia Rupiah cadangan devisa
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top