Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Menjaga Keuangan Pada Masa Pandemi Corona, Begini Tips dari Pakar Keuangan Inggris

Persoalan keuangan di tengah masa pandemi tidak bisa dianggap remeh karena kondisinya sangat berbeda dengan kondisi normal.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 29 Maret 2020  |  14:49 WIB
Ilustrasi - Karyawan menghitung uang rupiah di kantor cabang Bank BCA Syariah di Jakarta, Selasa (7/1/2020) - Bisnis/Abdullah Azzam
Ilustrasi - Karyawan menghitung uang rupiah di kantor cabang Bank BCA Syariah di Jakarta, Selasa (7/1/2020) - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.comJAKARTA – Pandemi virus corona atau Covid-19 bisa saja membuat orang khawatir tentang banyak hal. Salah satu hal yang sering menjadi perbincangan adalah soal keamanan masalah keuangan atau finansial.

David Crawford dari National Westminster Bank, Inggris mengatakan, persoalan keuangan di tengah masa pandemi tidak bisa dianggap remeh karena kondisinya sangat berbeda dengan kondisi normal. Kekhawatiran penurunan gaji atau bahkan kehilangan pekerjaan adalah hal yang wajar dalam kondisi saat ini.

“Ini adalah masa yang tidak pasti, banyak orang yang khawatir akan terkena dampak finansial ketika krisis global ini berlanjut. Dengan menerapkan langkah-langkah kecil finansial, itu bisa menjadi cara aman dalam beberapa waktu ke depan,” kata Crawford seperti dikutip Metro, Minggu (28/03/2020).

Menurut Crawford penting menjaga dan mengatur kondisi finansial di tengah pandemi virus corona. Tips ini diharapkan bisa membuat keuangan sedikit lebih terkendali. Berikut ini adalah beberapa tipsnya.

Tinjau pemasukan dan pengeluaran

Sekarang adalah waktu yang sangat penting untuk mengetahui realitas keuangan yang dimiliki. Periksa dengan tepat berapa saldo dana yang dimiliki serta catat jumlah pemasukan dan pengeluaran beberapa bulan ke depan sebagai panduan.

Dana yang perlu dicatat dalam kolom pengeluaran termasuk biaya hidup seperti makan dan kebutuhan dasar lainnya, biaya rumah, serta semua tagihan penting yang telah dijalankan sebelumnya.

“Gunakan waktu untuk meninjau debet langsung dan pembayaran berulang untuk melihat apakah ada keran pengeluaran yang bisa diimprovsasi [lebih efisien],” kata Crawford.

Buat rencana anggaran

Jika Anda belum pernah memiliki anggaran yang ketat sebelumnya, sekarang adalah waktu yang tepat untuk memulainya. Ini adalah kondisi yang mengharuskan kita memperhitungkan keadaan baru serta menentukan dengan rinci berapa dan untuk apa dana dikeluarkan.

Crawford menyarankan untuk bersikap realistis dalam beberapa minggu ke depan, karena kondisi yang masih belum pasti. Tentunya, Anda tidak ingin menghabiskan dana untuk membeli barang mewah ketika kondisi tempat tinggal mulai melakukan lockdown misalnya.

“Penting untuk memperlakukan anggaran sebagai panduan. Itu akan berfungsi jika terasa realistis dengan keadaan. Dan anggaran dapat disesuaikan sekali lagi dengan keadaan yang dialami saat itu juga,” katanya.

Terus menabung

Kondisi wabah pandemi COVID-19 bisa memicu pengeluaran yang tidak terduga. Kendati begitu, tetap menabung sebisa mungkin akan menjadi jalan yang nantinya bisa digunakan di masa mendatang.

“Apakah masuk akal bagi Anda untuk menabung atau tidak, tergantung pada keadaan keuangan masing-masing. Tapi secara umum, disarankan untuk menyimpang tabungan untuk membayar tagihan atau hal tak terduga yang mungkin akan dihadapi,” ujarnya.

Dia juga menyarankan masyarakat memiliki tujuan untuk ditabung. Hal ini dinilai bisa mendorong orang lebih menghemat dananya untuk ditabung karena memiliki tujuan yang ingin dicapai.

Dapatkan bantuan dan dukungan

Crawford mengungkapkan, penting bagi masyarakat mengetahui bahwa ada beberapa bantuan yang tersedia dalam posisi seperti sekarang ini.

“Jika Anda khawatir tentang utang atau mengalami kesulitan keuangan misalnya karena kehilangan pendapatan, adalah ide yang baik untuk berbicara kepada bank. Mereka akan memberikan solusi sesuai dengan keadaan pribadi setiap orang,” katanya.

Dia mengatakan bahwa dalam kondisi pandemi ini, beberapa bank sudah melakukan langkah-langkah yang mendukung masyarakat yang mengalami kesulitan finansial. Untuk itu, konsultasi merupakan cara yang juga diperlukan ketika mengalami kondisi krisis keuangan

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

personal finance
Editor : Anggara Pernando
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

Foto loadmore

BisnisRegional

To top