Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Cegah Corona, OJK Imbau Penangguhan Cicilan Kredit Bank via Online

Skema restrukturisasi kredit di antaranya pengangguhan pokok cicilan, penangguhan bunga, serta potongan bunga
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 06 April 2020  |  16:34 WIB
Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso memberikan kata sambutan pada Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2019 dan Arahan Presiden RI di Jakarta, Jumat (11/1/2019). Bisnis - Nurul Hidayat
Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso memberikan kata sambutan pada Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2019 dan Arahan Presiden RI di Jakarta, Jumat (11/1/2019). Bisnis - Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau nasabah yang melakukan pengajuan pengangguhan cicilan sebaiknya dilakukan secara online atau daring.

Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan physical distancing dan mencegah penularan virus corona (covid-19) semakin meluas.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan pihaknya akan terus mengkomunikasikan ke perbankan hingga kantor cabang di daerah agar proses retrukturisasi dilakukan dengan lancar tanpa nasabah harus datang ke kantor cabang.

"Prosesnya bisa online, tidak perlu ke lapangan, di lapangan akan kami komunikasikan terus. Perbankan menyatakan komit [restrukturisasi], tinggal dikomunikasikan ke daerah," katanya, Senin (6/4/2020).

OJK sebelumnya telah menyampaikan restrukturisasi dapat dilakukan kepada nasabah yang terdampak langsung maupun tidak langsung dibolehkan untuk melakukan restrukturisasi, khususnya nasabah kecil sektor UMKM dan non-UMKM.

Skema restrukturisasi di antaranya pengangguhan pokok cicilan, penangguhan bunga, serta potongan bunga. Jangka waktu yang diberikan hingga 1 tahun, tergantung dari profil masing-masing nasabah.

Namun, Wimboh juga menyoroti arahan restrukturisasi tersebut jangan sampai menimbulkan moral hazard. Wimboh mengimbau kepada masyarakat yang masih mampu membayar cicilan agar tetap membayar, sehingga relaksasi bisa diberikan kepada debitur yang benar-benar membutuhkan.

Sementara kepada lembaga keuangan, diperbolehkan tetap menagih jika debitur sejak awal atau sejak belum merebaknya virus corona tidak lancar membayar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

OJK restrukturisasi utang
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

Foto loadmore

BisnisRegional

To top