Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bakal Merger dengan Bank Banten, Ini yang Dilakukan Bank BJB

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. (Bank BJB) tengah melakukan proses persiapan due diligence atau uji tuntas untuk mengukur risiko bisnis sehubungan dengan rencana penggabungan usaha PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk. (Bank Banten) ke perseroan.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 24 April 2020  |  14:51 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (tengah) berbincang dengan Direktur Utama Bank bjb terpilih Yuddy Renaldi (kedua kanan), Direktur RIo Lanasier (kiri), Direktur Beny Riswandi (kedua kiri) dan Direktur Agus Mulyana (kanan) seusai RUPST di Bandung, Selasa (30/4/2019). - ANTARA/M Agung Rajasa
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (tengah) berbincang dengan Direktur Utama Bank bjb terpilih Yuddy Renaldi (kedua kanan), Direktur RIo Lanasier (kiri), Direktur Beny Riswandi (kedua kiri) dan Direktur Agus Mulyana (kanan) seusai RUPST di Bandung, Selasa (30/4/2019). - ANTARA/M Agung Rajasa

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. (Bank BJB) tengah melakukan proses persiapan due diligence atau uji tuntas untuk mengukur risiko bisnis sehubungan dengan rencana penggabungan usaha PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk. (Bank Banten) ke perseroan.

Yuddy Renaldi, Direktur Utama Bank BJB menyebutkan, pihaknya akan mempersiapkan tahapan-tahapan yang perlu dilakukan oleh kedua belah pihak sebagai tindaklanjut atas hasil letter of intent (LoI) yang telah diteken oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Gubernur Banten Wahidin Halim pada Kamis (23/4/2020).

“Sebagai langkah awal, kami akan melakukan proses persiapan due diligence yang kami pastikan untuk dilakukan secara cermat, professional, dan independent,” katanya dalam keterangan resmi, Jumat (24/4/2020).

Dia menuturkan, sinergi bisnis akan dilakukan secara teliti dan hati-hati sesuai dengan prinsip tata kelola yang baik dalam upaya penguatan perbankan nasional dan menjaga stabilitas sistem keuangan.

“Untuk menjawabnya sesuai dengan harapan, kami mohon dukungan dari seluruh stakeholders, pemegang saham, OJK, BI  dan masyarakat. Kami yakin ini dapat terwujud dan berkontribusi dalam penguatan industri perbankan nasional,” lanjutnya.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan akan segera memproses permohonan rencana penggabungan usaha Bank Banten ke dalam Bank BJB.

Rencana tersebut telah dituangkan dalam Letter of Intent (LOI) yang ditandatangani pada Kamis (23/4), oleh Gubernur Banten Wahidin Halim selaku Pemegang Saham Pengendali Terakhir Bank Banten dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil selaku Pemegang Saham Pengendali Terakhir Bank BJB.

OJK menambahkan hal teknis yang berkaitan dengan Letter of Intent akan ditindaklanjuti dengan perjanjian kerja sama kedua belah pihak. Dalam kerangka LoI tersebut Bank Banten dan Bank BJB melaksanakan kerja sama bisnis, termasuk dukungan Bank BJB terkait kebutuhan likuiditas Bank Banten.

Dukungan itu di antaranya dengan menempatkan dana line money market dan atau pembelian aset yang memenuhi persyaratan tertentu secara bertahap.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan bank bjb banten
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top