Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Berikan Keringanan Pinjaman, Likuiditas BCA Syariah Masih Aman

Jumlah restrukturisasi pembiayaan BCA Syariah masih terhitung kecil
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 26 April 2020  |  18:18 WIB
Karyawan menghitung uang rupiah di kantor cabang Bank BCA Syariah di Jakarta, Selasa (7/1/2020). Bisnis - Abdullah Azzam
Karyawan menghitung uang rupiah di kantor cabang Bank BCA Syariah di Jakarta, Selasa (7/1/2020). Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Kebijakan keringanan pembiayaan belum berdampak pada likuiditas PT Bank Central Asia (BCA) Syariah. Perseroan pun berupaya menjaga likuiditas di dengan mengelola dana pihak ketiga dan menyalurkan pembiayaan yang selektif.

Presiden Direktur BCA Syariah John Kosasih mengatakan restrukturisasi pembiayaan memang masih belum berdampak pada likuiditas. Setidaknya, hingga saat ini perseroan telah menyetujui restrukturisasi kredit pada 5 nasabah dan diprediksi akan mengalami kenaikan.

Meskipun jumlah restrukturisasi pembiayaan masih terhitung kecil, pendapatan dari pembiayaan juga diproyeksi menurun karena adanya kebijakan tersebut. Apalagi, saat ini transaksi perbankan memang mengalami perlambataan sehingga berdampak pada pendapatan non bunga atau fee based income (FBI).

"Sampai dengan saat ini kondisi likuiditas bank masih tetap terjaga dengan baik. Posisi modal juga sangat memadai," katanya kepada Bisnis, Sabtu (25/4/2020).

Selama kuartal I/2020, BCA Syariah mencatatkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 7,85 persen dibandingkan dengan periode sama tahun lalu (year on year/yoy). Sementara, pembiayaan tumbuh sebesar 19,83 persen.

BCA Syariah selama kuartal I/2020 mampu menjaga rasio pembiayaan bermasalah atau non-performing financing (NPF) sebesar 0,67 persen. Rasio pembiayaan terhadap likuiditas atau financing to deposito ratio (FDR) dijaga pada kisaran 95 persen hingga 96 persen.

Menurut John, nasabah juga masih memercayakan dananya untuk disimpan di Bank BCA Syariah. Meskipun DPK hingga saat ini masih bertumbuh, BCA Syariah berupaya untuk melakukan asset and liabilities management.

Pasalnya, saat ini bank cukup sulit untuk menyalurkan pembiayaan, sehingga diupayakan tidak terjadi kelebihan dana. Anak usaha PT Bank Central Asia Tbk. ini juga berupaya tetap menyalurkan pembiayaan meski selektif, dengan menyasar sektor industri kimia untuk disinfektan maupun industri masker.

"Pembiayaan harus dipertahankan dengan baik, posisi dana juga harus dimanage dengan baik supaya optimal penyalurannya," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

restrukturisasi utang BCA Syariah
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top