Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BPK Ungkap Kelemahan Pengawasan OJK Terhadap Sejumlah Bank. Ini Daftarnya

Catatan itu termuat dalam Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) II/2019 Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 05 Mei 2020  |  22:38 WIB
Karyawan berada di dekat logo Otoritas Jasa Keuangan di Jakarta, Jumat (17/1/2020). Bisnis - Abdullah Azzam
Karyawan berada di dekat logo Otoritas Jasa Keuangan di Jakarta, Jumat (17/1/2020). Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyimpulkan bahwa implementasi pengawasan Otoritas Jasa Keuangan kepada beberapa bank secara individual tidak sepenuhnya sesuai dengan ketentuan.

Salah satu poin yang disoroti BPK adalah ketidaksesuaian pengawasan atas PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk. (BEKS), PT Bank Bukopin Tbk. (BBKP), dan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk..

Hal itu termuat dalam Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) II/2019 BPK. 

"Pada semester II tahun 2019, BPK telah menyelesaikan laporan hasil pemeriksaan atas pelaksanaan pengawasan bank umum tahun 2017-2019 pada OJK dan instansi terkait. Hasil pemeriksaan menyimpulkan bahwa pelaksanaan pengawasan bank umum pada OJK tahun 2017-2019 telah sesuai kriteria dengan pengecualian," demikian tertulis dalam salinan IHPS II/2019 yang diunggah BPK di laman resminya.

Dalam hasil pemeriksaat tersebut, BPK merincikan sejumlah permasalahan signifikan yang ditemukan berkaitan dengan kelemahan pengendalian intern dan ketidakpatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan.

Poin permasalahan terakhir yang dicatat BPK adalah pengawasan pada beberapa bank secara individual tidak sepenuhnya sesuai dengan ketentuan. Ada dua hal yang disoroti dalam poin tersebut.

Salah satunya adalah terkait pengawasan atas ketiga bank tersebut.

"Pengawasan Bank Pembangunan Daerah Banten (Bank Banten), Bank Bukopin, dan Bank Muamalat Indonesia (BMI), tidak merekomendasikan untuk melakukan koreksi atas nonperforming loan (NPL), Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN), dan/atau Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) sesuai dengan hasil pemeriksaan Tahun 2018," demikian laporan tersebut.

Hal tersebut, terang BPK, telah menyebabkan status pengawasan Bank Bukopin per 31 Desember 2017, Bank Banten periode Desember 2018, dan BMI setelah 2019 tidak mencerminkan kondisi terkini.

"Kesulitan permodalan pada Bank Banten, Bank Bukopin, dan BMI tidak jelas waktu penyelesaiannya," demikian penjelasan lain BPK terkait dampak dari hal tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

OJK bank muamalat bpk bukopin Bank Banten
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top