Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Penerapan PSBB, Agen Laku Pandai Jadi Andalan Bank Milik Negara

Laku pandai merupakan ujung tombak bank untuk mendapatkan nasabah penabung sehingga bisa menyokong likuiditas bank.
Ilustrasi: Karyawati bank menata uang dollar dan rupiah di kantor cabang PT Bank Mandiri Tbk. di Jakarta, Rabu (22/4/2020). Bisnis/Dedi Gunawan
Ilustrasi: Karyawati bank menata uang dollar dan rupiah di kantor cabang PT Bank Mandiri Tbk. di Jakarta, Rabu (22/4/2020). Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — Agen laku pandai menjadi andalan bagi bank milik negara untuk melayani transaksi masyarakat di tengah penerapan pembatasan sosial skala besar.

Agen laku pandai ditujukan untuk membantu layanan perbankan maupun layanan keuangan lainnya, terutama di wilayah perdesaan yang belum terakses kantor cabang perbankan.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. mengaku terus menambah agen laku pandai untuk mendukung kebutuhan masyarakat meskipun saat ini sejumlah wilayah telah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Tercatat saat ini jumlah laku pandai Bank Mandiri atau Mandiri Agen lebih dari 56.100 agen.

Pada tahun ini, Bank Mandiri menargetkan dapat memperoleh 25.000 Mandiri Agen baru. Frekuensi transaksi seluruh Mandiri Agen mencapai 3 juta transaksi per bulan.

Direktur Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri Donsuwan Simatupang mengatakan bahwa selain untuk mendukung pola belanja masyarakat yang bergeser ke dagang-el, Mandiri Agen juga difungsikan untuk mendukung program pemerintah penambahan penerima bantuan sosial bansos. Penambahan agen laku pandai baru akan terus didorong untuk mendukung program tersebut.

Dari target penambahan 25.000 Mandiri Agen baru, saat ini baru terealisasi penambahan 18.000 agen. Di tengah PSBB, agar penambahan agen laku pandai tercapai, Bank Mandiri menggunakan layanan digital untuk registrasi agen baru.

"Justru karena PSBB, maka peran agen untuk layanan jasa keuangan semakin dibutuhkan," katanya kepada Bisnis, akhir pekan lalu.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. menargetkan jumlah laku pandai atau BRILink sebanyak 500.000 orang. Hingga akhir Maret 2020, perseroan telah memiliki 428.794 agen BRILink dengan total transaksi mencapai lebih dari 156 juta transaksi.

Pada kuartal I/2020, secara keseluruhan agen BRILink telah melayani referral pembukaan rekening simpanan sebanyak 58.497 dan referral pinjaman sejumlah 51.315.

Vice President Divisi Retail Payment Bank BRI Arga Nugraha mengatakan bahwa perseroan mengupayakan jumlah Agen BRILink dapat tersebar di seluruh Indonesia. Saat ini agen BRILink tersebar di 51.938 desa.

Menurutnya, penambahan agen BRILink terus digenjot setelah mampu mencapai pertumbuhan kinerja yang masih menggembirakan hingga akhir Maret lalu. Agen BRILink membukukan dana murah berupa tabungan dan giro hingga Rp8,24 triliun, atau tumbuh 67% secara tahunan.

Saat ini seluruh layanan laku pandai sudah dapat dilakukan di agen BRILink meliputi pembukaan rekening, referral pinjaman, dan asuransi mikro. Di luar fitur-fitur tersebut, ada setor atau tarik tabungan, transfer dana, hingga pembayaran tagihan.

"Kami justru melihat keberadaan agen BRILink ini untuk mendukung keberhasilan pelaksanaan PSBB, dengan cara mengurangi jumlah nasabah yang berkumpul di kantor-kantor bank, serta mengurangi mobilitas asyarakat untuk mendapatkan layanan keuangan," katanya.

Sementara itu, Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Piter Abdullah mengatakan bahwa laku pandai merupakan ujung tombak bank untuk mendapatkan nasabah penabung sehingga bisa menyokong likuiditas bank. Apalagi, layanan laku pandai ditargetkan ke pelosok-pelosok yang tidak terjangkau kantor bank.

"Bank tetap mendorong laku pandai karena menjadi sarana funding," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Zufrizal
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper