Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Likuiditas Berlimpah, BCA Tak Akan Rilis Obligasi atau Rights Issue

Bank BCA membukukan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 16,08 persen dibandingkan periode sama tahun lalu (year on year/yoy) menjadi Rp741 triliun.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 27 Mei 2020  |  16:43 WIB
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja saat paparan kinerja kuartal I/2020 secara live, Rabu (27/5 - 2020).
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja saat paparan kinerja kuartal I/2020 secara live, Rabu (27/5 - 2020).

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk. menegaskan tidak akan menerbitkan obligasi pada tahun ini karena likuiditas yang masih berlimpah.

Adapun, berdasarkan analyst meeting kuartal I/2020, Bank BCA membukukan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 16,08 persen dibandingkan periode sama tahun lalu (year on year/yoy) menjadi Rp741 triliun. Posisi likuiditas tetap kokoh dengan loan to deposit ratio (LDR) 77,6 persen.

Posisi LDR pada kuartal I/2020 lebih melimpah dari periode sama tahun lalu yang hanya sebesar 81,03 persen.

Secara rinci, realisasi dana pihak ketiga terbesar berasal dari dana murah dengan komposisi 76,7 persen dari total DPK. Dana murah (current account saving account/CASA) selama kuartal I/2020 tumbuh 17,3 persen yoy mencapai Rp568,5 triliun.

Sementara itu, deposito selama kuartal I/2020 tumbuh sebesar 15,1 persen yoy menjadi Rp172,5 triliun.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan penyaluran kredit maupun penghimpunan DPK memang selalu menurun awal tahun. Namun, kondisi Covid-19 yang membuat terjadinya penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pada akhir Maret 2020, membuat penyaluran kredit lebih menurun lagi.

Di satu sisi, DPK tetap bertumbuh meskipun terjadi pandemi Covid-19. Kondisi ini, lanjutnya, yang membuat likuiditas Bank BCA melimpah. BCA pun tidak akan mengeluarkan obligasi dalam waktu dekat.

"Likuiditas kami melimpah, [sehingga] kami tidak perlu mengeluarkan bond maupun melakukan rights issue," katanya dalam paparan secara virtual, Rabu (27/5/2020).

Menurutnya, kenaikan DPK terutama dibantu oleh adanya layanan digital. Sumber tabungan dan giro berasal dari nasabah individual dan korporasi.

Tercatat, selama kuartal I/2020, BCA mengalami peningkatan jumlah rekening sebesar 13,7 persen mencapai 22 juta rekening.

"Kami hampir tidak pernah dapatkan dana dari BUMN, lebih ke private sector. Misalnya korporasi yang menempatkan dana dalam bentuk giro atau tabungan lewat karyawan yang melakukan pembukaan tabungan," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bca dpk likuiditas
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top