Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bank BCA Tahan Suntik Modal ke Anak Usaha

Permodalan dua anak usaha BCA yaitu Bank BCA Syariah dan Bank Digital BCA (d/h Bank Royal) dinilai masih solid
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 27 Mei 2020  |  19:00 WIB
Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk Jahja Setiaatmadja (dari kanan), Wakil Presiden Direktur Armand W. Hartono dan Direktur Vera Eve Lim berpose saat peluncuran SYNRGY, di Jakarta, Rabu (27/3/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat
Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk Jahja Setiaatmadja (dari kanan), Wakil Presiden Direktur Armand W. Hartono dan Direktur Vera Eve Lim berpose saat peluncuran SYNRGY, di Jakarta, Rabu (27/3/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Bank Central Asia Tbk. menyatakan tidak akan melakukan penyuntikan modal terhadap anak usaha pada tahun ini karena rasio kecukupan modal anak usaha dinilai masih solid.

Direktur Keuangan BCA Vera Eve Lim mengatakan pada tahun lalu perseroan telah melakukan penyuntikan modal ke dua anak usaha, yaitu  Bank BCA Syariah sebesar Rp1 triliun dan  Bank Royal yang saat ini memiliki modal Rp1,3 triliun.

Menurut Vera, anak usaha BCA memiliki rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) sebesar 25 persen dari ketentuan modal inti minimum sebanyak Rp3 triliun. Bank BCA juga punya alasan untuk tidak memenuhi aturan modal inti Rp3 triliun. 

Hal itu lantaran, anak usaha di bawah Bank BCA merupakan bank umum kelompok usaha (BUKU) IV. Anak usaha disebut  akan memiliki manajemen risiko yang lebih terintegrasi dan dilihat langsung ke induk perusahaan.

"Sementara kami melihat karena suntikan modal baru dilakukan ke Bank Digital BCA dan Bank BCA Syariah. Kami pikir cukup tahun ini," katanya dalam paparan virtual, Rabu (27/5/2020).

Sementara itu, Bank BCA telah mengubah nama Bank Royal menjadi Bank Digital BCA. Rencananya, Bank Digital BCA akan melakukan soft launching pada semester II/2020. 

Soft opening tersebut dilakukan untuk melakukan percobaaan internal dengan menyesuaikan sejumlah aplikasi sebelum dirilis ke masyarakat umum.

"Sejauh ini kita rencana semester kedua/2020, bulan berapa kita tunggu tanggal mainnya," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bca
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top