Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penjelasan SWI Soal 50 Kegiatan Koperasi Simpan Pinjam Online yang Diduga Ilegal

Satgas Waspada Investasi melakukan sejumlah pembaruan terkait 50 koperasi simpan pinjam yang sebelumnya disebutkan telah melakukan praktik menyimpang atau ilegal.
Ropesta Sitorus
Ropesta Sitorus - Bisnis.com 29 Mei 2020  |  20:31 WIB
Ketua Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan Tongam L. Tobing. - Bisnis/Dedi Gunawan
Ketua Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan Tongam L. Tobing. - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Satgas Waspada Investasi melakukan sejumlah pembaruan terkait 50 koperasi simpan pinjam yang sebelumnya disebutkan telah melakukan praktik menyimpang atau ilegal.

Dalam keterangan resmi yang disampaikan Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L. Tobing, Jumat (29/5/2020), Satgas Waspada Investasi melakukan koordinasi dengan Kementerian Koperasi dan UKM mengenai koperasi yang diduga melakukan penyimpangan sebagaimana rilis Satgas Waspada Investasi tanggal 22 Mei 2020.

Atas koordinasi itu, ada tiga hal yang disepakati kedua pihak. Pertama, Kementerian Koperasi dan UKM bersama Satgas Waspada Investasi sepakat untuk melakukan pembaruan dan perbaikan terhadap siaran pers Satgas Waspada Investasi tanggal 22 Mei 2020.

Kedua, terkait dengan siaran pers tersebut, Kementerian Koperasi dan UKM bersama Satgas Waspada Investasi akan melakukan review secara menyeluruh.

Ketiga, secara khusus Satgas Waspada Investasi bersama Kementerian Koperasi dan UKM sepakat melakukan normalisasi pada tahap pertama terhadap 35 koperasi.

Kemudian, lanjut Tongam, sebagai tindak lanjut atas review yang dilakukan, ada tiga langkah yang akan diambil oleh Satgas Waspadai Investasi, Kementerian Koperasi dan UKM serta OJK.

Pertama, penindakan terhadap koperasi yang terbukti melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kedua, memberikan pembinaan terhadap koperasi yang masih melakukan kegiatan yang belum sesuai dengan jati diri dan prinsip koperasi.  

Ketiga, melakukan normalisasi/rehabilitasi terhadap Koperasi yang tidak melakukan praktek pinjaman online di luar anggota dan memiliki legalitas badan hukum dan ijin usaha simpan pinjam sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi koperasi kementerian koperasi dan ukm
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top