Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dana Kelolaan Tanamduit Tembus Rp430 Miliar di Masa Pandemi

Jika melihat volume transaksi jual beli atau GMV sejak awal beroperasi telah mencapai Rp2,47 triliun.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 30 Mei 2020  |  17:02 WIB
Ilustrasi investasi - Istimewa
Ilustrasi investasi - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Pada masa pandemi Covid-19, minat investasi di Indonesia tercatat meningkat signifikan.

Peningkatan investasi tercatat di platform digital wealth management Tanamduit. Per 26 Mei 2020, total dana kelolaan reksa dana dan SBR di Tanamduit mencapai Rp430 miliar.

Dana kelolaan reksana dana tercatat tumbuh 20 persen. Jika melihat volume transaksi jual beli atau GMV sejak awal beroperasi telah mencapai Rp2,47 triliun.

Co-Founder & Managing Director Tanamduit Rini Hapsari menyatakan di tengah pandemi Covid-19 dan pemberlakuan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), Tanamduit mencatat lonjakan dana kelolaan sejak pertengahan April hingga akhir Mei 2020.

“Secara umum minat investasi nasabah-nasabah Tanamduit tetap tumbuh walaupun pada saat awal pandemi Covid-19 pada Maret pertumbuhan AUM sedikit tertahan. Namun, di pertengahan April sampai sekarang (akhir Mei 2020) minatnya naik signifikan,” ujar Rini dalam keterangan tertulis yang dikutip pada Sabtu (30/5/2020).

Menurut Rini, di tengah situasi pandemi dan PSBB serta situasi pasar modal Indonesia yang bergejolak, nasabah masih tetap aktif melakukan investasi secara rutin melalui platform tanamduit.

Hal tersebut juga merupakan buah hasil strategi edukasi yang dilakukan secara aktif dan berkesinambungan melalui media digital seperti social media, webminar dan whatsapp group.

Adapun, jumlah nasabah yang tercatat melakukan KYC (know your customer) di platform Tanamduit melesat 31 persen menjadi 230.000 nasabah pada 26 Mei 2020 dibandingkan dengan 175.000 pada Desember 2019.

Selain itu, melonjaknya minat investasi nasabah sejak pertengahan April 2020, disebabkan oleh momentum murahnya valuasi pasar saham yang sudah tertekan sejak pandemi Covid-19 pada Maret 2020.

Secara lebih rinci, Rini menjelaskan asset under management (AUM) Tanamduit pada akhir Desember 2019 adalah Rp350 miliar, tetapi karena kondisi pasar modal yang bergejolak, AUM sempat turun baik karena adanya redemption juga karena adanya penurunan nilai aktiva bersih sebagai dampak dari turunnya harga saham dan obligasi yang menjadi portofolio reksa dana sebagai imbas dari pandemi Covid-19.

Pada akhir Mei 2020, AUM di Tanamduit menjadi Rp430 miliar, dengan terjadi perubahan komposisi AUM di produk reksa dana, reksa dana saham yang akhir 2019 adalah 25 persen menjadi 42 persen di akhir Mei, sedangkan bobot AUM reksa dana pasar uang turun dari 58 persen menjadi 48 persen.

Sementara itu, Tanamduit juga aktif sebagai Mitra Distribusi penjualan Surat Berharga Negara ritel yang diterbitkan oleh Kementerian Keuangan RI sejak pertama kali dijual secara online melalui platform seperti yang dijalankan oleh Tanamduit.

Pada Juni 2020 Tanamduit akan berpartisipasi memasarkan SBN Obligasi Ritel Seri ORI 017 dan berharap dapat meningkat nilai penjualannya dibandingkan dengan yang sebelumnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi dana kelolaan fintech
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top