Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BI Kucurkan Rp1,8 Triliun Bayar Bunga Dana Giro Bank

BI menyiapkan dana Rp1,8 triliun untuk membayar bunga dana giro perbankan yang ditempatkan di penempatan GWM.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 05 Juni 2020  |  20:12 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan melalui streaming di Jakarta, Rabu (29/4 - 2020). Dok. Bank Indonesia
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan melalui streaming di Jakarta, Rabu (29/4 - 2020). Dok. Bank Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia mengucurkan dana sekitar Rp1,8 triliun untuk membayar bunga dana giro perbankan yang ditempatkan di penempatan giro wajib minimum (GWM).

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan pemberlakuan suku bunga tersebut merupakan bentuk burden sharing dan komitmen BI dalam mendukung pemulihan ekonomi di sektor perbankan.

"Ini burden sharing BI untuk mendorong pemulihan ekonomi. Tidak hanya GWM diturunkan, yang tersisa di BI kami juga kasih remunerasi jasa giro 1,5 persen. Kurang lebih Rp1,8 triliun remunerasi jasa gironya," kata Perry, Jumat (5/6/2020).

Perry menjelaskan, GWM perbankan yang saat ini ditempatkan di BI adalah sebesar 3,5 persen dari DPK, yaitu sekitar Rp170-180 triliun.

Nilai tersebut menurun sejak awal tahun ini, yang awalnya BI GWM perbankan ditetapkan sebesar 6,5 persen dari DPK. Sejak Januari 2020, BI telah memangkas GWM sebesar 3 persen guna melonggarkan likuiditas bank.

Perry menjelaskan, pemberlakuan suku bunga untuk dana giro bank yang ditempatkan di GWM pun pernah dilakukan, yakni pada 2008. Bunga yang diberikan adalah sebesar 1,5 persen.

"Dulu juga pernah 2,5 persen, tapi terakhir di 2008 remunerasi jasa giro diberikan 1,5 persen. Jadi kami putuskan 3,5 persen GWM [yang ditempatkan di BI saat ini] kami berikan remunerasi jasa giro 1,5 persen," jelas Perry.

Sebagai gambaran, GWM merupakan salah satu kebijakan moneter Bank Indonesia yang mewajibkan bank memelihara rekening mereka di BI yang disertai dengan kewajiban minimum rekening giro.

Guna penempatan dana tersebut adalah untuk memastikan transaksi pembayaran masyarakat yang dilakukan antarbank, transaksi di pasar uang, pasar modal, dan transfer online, diselesaikan melalui kliring yaitu melalui rekening bank di BI.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia likuiditas gwm
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top