Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kookmin Bank Rampungkan Uji Tuntas Bukopin

Proses penguatan permodalan PT Bank Bukopin Tbk. melalui penyuntikan dana segar oleh KB Kookmin Bank terus berlanjut dan segera tuntas.
M. Richard & Hery Trianto
M. Richard & Hery Trianto - Bisnis.com 29 Juni 2020  |  07:40 WIB
Direktur Utama PT Bank Bukopin Tbk. (BBKP) Rivan A. Purwantono. Bisnis - Abdullah Azzam
Direktur Utama PT Bank Bukopin Tbk. (BBKP) Rivan A. Purwantono. Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis, JAKARTA — Proses penguatan permodalan PT Bank Bukopin Tbk. melalui penyuntikan dana segar oleh KB Kookmin Bank terus berlanjut dan segera tuntas. Rampung nya aksi korporasi strategis ini akan memperkuat serta memperluas kapasitas bisnis Bank Bukopin.

Direktur Utama Bank Bukopin Rivan Purwantono mengatakan hingga kini proses due diligence atau uji tuntas oleh KB Kookmin Bank (KB) pada Bank Bukopin telah mencapai tahap final.

Sejalan dengan proses tersebut, KB dan Bukopin juga bersama-sama melengkapi proses yang diperlukan untuk realisasi Kookmin menjadi pemegang saham pengendali (PSP) Bukopin, baik dalam memenuhi ketentuan di OJK maupun regulator KB di Korea Selatan. 

Rivan mengatakan, hingga 11 Juni 2020, KB telah merealisasikan komitmennya untuk menjadi PSP Bank Bukopin dengan penempatan dana sebanyak US$200 juta. Hal ini menunjukkan konsistensi keseriusan KB sebagai pemegang saham terbesar kedua perseroan sejak Juli 2018. 

Menurutnya, kehadiran KB sebagai PSP Bukopin nantinya semakin memperluas jaringan bisnis Bukopin ke nasabah korporasi yang terafiliasi dengan Korea Selatan, jaringan grup KB, serta nasabah-nasabah yang mempertimbangkan kehadiran pemegang saham berkaliber regional Asia dalam memilih mitra bank. 

“Dengan hadirnya KB Kookmin Bank di dalam Bank Bukopin diharapkan dapat memperkuat bisnis UKM dan konsumer Bank Bukopin di industri perbankan Indonesia, karena KB dan Bank Bukopin memiliki core bisnis yang serupa, di bidang UKM dan konsumer,” katanya, Minggu (28/6/2020). 

Rivan mengatakan, KB telah membantu peningkatan manajemen risiko di Bukopin, di antaranya dengan pemisahan fungsi account officer yang mengelola fasilitas kredit, dibedakan menjadi AO Analis dan AO Sales. 

Kemudian, ada pembentukan divisi baru yang spesifik mengkaji kebijakan portofolio kredit, serta divisi yang mengkaji proses bisnis secara keseluruhan di quality assurance. Beberapa perbaikan ini merupakan kombinasi dari hasil benchmarking Bukopin maupun hasil adaptasi dari kebijakan di KB Group. 

Rivan mengatakan, dalam 6 bulan ke depan, perseroan akan tetap fokus pada bisnis ritel sesuai Rencana Bisnis Bank 2020, yakni segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta konsumer, sedangkan segmen komersial menjadi penyeimbang. 

Perseroan juga berupaya memperkuat value proposition, produktivitas point of sales, serta sumber daya manusia. Perseroan akan meningkatkan kualitas aset, menurunkan biaya dana, mengoptimalkan likuiditas, menyederhanakan proses bisnis dan meningkatkan efisiensi. 

Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee berpendapat KB pun mampu memberi penempatan dana berbiaya murah yang mampu menekan biaya dana Bank Bukopin. KB pun mampu memberi transfer teknologi bagi Bank Bukopin yang gencar melakukan transformasi di digital banking. 

Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan pun berpendapat serupa. “Tentu kondisi ini semakin memuluskan langkah Kookmin Bank sebagai pemegang saham mayoritas BBKP. Pada akhirnya akan bermanfaat pula pada perbaikan kinerja perseroan,” ujarnya. 

Sementara itu, Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik Anto Prabowo mengatakan otoritas masih belum mendapat kelanjutan terbaru dari proses uji tuntas tersebut, namun perkembangan proses Kookmin menambah modalnya dipastikan terus berlanjut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan bukopin
Editor : Lucky Leonard
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top