Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Inflasi Juni Rendah, BI Bilang 'Core Inflation' Penyebabnya

Turunnya inflasi inti ini terutama dipengaruhi oleh deflasi komoditas bawang bombay, gula pasir, dan emas perhiasan di tengah inflasi nasi dengan lauk yang meningkat.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 01 Juli 2020  |  20:17 WIB
Pedagang bawang di Pasar Manis Purwokerto, Jawa Tengah. - Antara/Sumarwoto
Pedagang bawang di Pasar Manis Purwokerto, Jawa Tengah. - Antara/Sumarwoto

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia menegaskan inflasi IHK Juni 2020 yang rendah dipengaruhi inflasi inti atau core inflation yang melambat menjadi 0,02 persen dari 0,06 persen (mtm) pada Mei lalu.

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi Onny Widjanarko mengatakan perkembangan ini terutama dipengaruhi oleh deflasi komoditas bawang bombay, gula pasir, dan emas perhiasan di tengah inflasi nasi dengan lauk yang meningkat.

Secara tahunan, inflasi inti tercatat 2,26 persen (yoy), melambat dibandingkan dengan inflasi Mei 2020 sebesar 2,65 persen (yoy).

"Inflasi inti yang kembali melambat tidak terlepas dari perlambatan permintaan domestik akibat pandemi Covid-19, konsistensi kebijakan Bank Indonesia dalam mengarahkan ekspektasi inflasi, harga komoditas global yang rendah, dan stabilitas nilai tukar yang terjaga," papar Onny dalam siaran pers, Rabu (1/7/2020).

Kelompok administered prices kembali mencatat inflasi 0,22 persen (mtm), lebih rendah dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,67 persen (mtm).

Menurut BI, inflasi kelompok administered prices terutama bersumber dari meningkatnya tarif aneka angkutan pascarelaksasi aturan pembatasan operasional angkutan umum pada awal bulan Juni 2020.

Secara tahunan, inflasi kelompok administered prices terpantau meningkat dari 0,28 persen (yoy) pada bulan Mei 2020, menjadi 0,52 persen (yoy) pada periode Juni 2020.

Sementara itu, kelompok volatile food mencatat inflasi 0,77 persen (mtm), setelah pada bulan sebelumnya mengalami deflasi 0,50 persen (mtm).

Perkembangan ini terutama bersumber dari meningkatnya inflasi komoditas daging ayam ras, telur ayam ras, dan kelapa.

Sementara itu, beberapa komoditas seperti aneka cabai, bawang putih, dan minyak goreng tercatat deflasi didukung oleh pasokan yang memadai ditopang hasil panen dan kelancaran distribusi di tengah kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah daerah, serta harga komoditas global yang masih rendah.

Secara tahunan, inflasi kelompok volatile food pada bulan Juni2020 tercatat 2,32 persen (yoy), lebih rendah dari inflasi pada bulan sebelumnya sebesar 2,52 persen (yoy). 

Ke depan, Onny mengungkapkan Bank Indonesia terus konsisten menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, untuk mengendalikan inflasi tetap rendah dan terkendali dalam sasarannya sebesar 3,0 persen±1 persen pada 2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia Inflasi
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top