Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Rights Issue Bukopin (BBKP), Ini Perubahan Kepemilikan Saham Bosowa dan Kookmin

PT Bank Bukopin Tbk. akan menerbitkan sebanyak 4,66 miliar saham kelas B atau 40 persen dari jumlah saham beredar.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 02 Juli 2020  |  05:21 WIB
Direktur Utama PT Bank Bukopin Tbk. (BBKP) Rivan A. Purwantono (kiri) berbincang dengan Komisaris Utama Mustafa Abubakar seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPPST) di Jakarta, Kamis (18/6). RUPST tersebut menyetujui pengangkatan Rivan A. Purwantono sebagai Direktur Utama menggantikan Eko Rachmansyah Gindo. Bisnis - Abdullah Azzam\n
Direktur Utama PT Bank Bukopin Tbk. (BBKP) Rivan A. Purwantono (kiri) berbincang dengan Komisaris Utama Mustafa Abubakar seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPPST) di Jakarta, Kamis (18/6). RUPST tersebut menyetujui pengangkatan Rivan A. Purwantono sebagai Direktur Utama menggantikan Eko Rachmansyah Gindo. Bisnis - Abdullah Azzam\\n

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Bukopin Tbk. akan melaksanakan Penawaran Umum Terbatas V (PUT V) dalam rangka penerbitan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD).

Dikutip dari prospektus pada Kamis (2/7/2020) di Harian Bisnis Indonesia, jumlah saham yang akan diterbitkan sebanyak 4,66 miliar saham kelas B atau 40 persen dari jumlah saham beredar dengan nilai nominal Rp100 per saham. Harga pelaksanaan ditetapkan sebesar Rp180 per saham.

Artinya, perseroan akan meraih dana sebesar Rp838,937 miliar dari aksi rights issue tersebut. Para pemegang saham utama perseroan, KB Kookmin Co. dan PT Bosowa Corporindo, berkomitmen melaksanakan hak pembelian sahamnya.

Rencananya, Kookmin akan melaksanakan pembelian sebanyak 1.025.200.000 saham, sedangkan Bosowa akan melaksanakan sebanyak 1.090.394.452 saham. Pemegang saham lain yang tidak melaksanakan haknya akan mengalami dilusi kepemilikan maksimal sebesar 28,57 persen.

Setelah pelaksanaan HMETD, bila seluruh pemegang saham melaksanakan haknya, Kookmin akan memegang saham seri B Bukopin sebesar 22 persen dari sebelumnya 22 persen. Adapun, Bosowa akan memegang saham seri B Bukopin sebanyak 23,36 persen dari sebelumnya 23,34 persen. Kepemilikan masyarakat naik menjadi 40,49 persen dari sebelum PUT V sejumlah 40,47 persen.

Namun, dengan asumsi hanya pemegang saham utama yang melaksanakan HMETD miliknya masing-masing, maka kepemilikan Kookmin menjadi 37,6 persen dan kepemilikan Bosowa menjadi 23,36 persen. Adapun, kepemilikan masyarakat terdilusi jadi 28,9 persen.

Dana yang diperoleh dari aksi korporasi ini rencananya akan digunakan untuk pengembangan bisnis perseroan. Sesuai dengan Rencana Bisnis Bank yang telah disampaikan kepada OJK, pengembangan bisnis hingga 2022 fokus pada segmen bisnis retail, yang terdiri dari segmen Usaha Menengah, Kecil dan Mikro (UMKM) serta individual atau segmen Konsumer.

Selain untuk penyaluran kredit, dana PUT V akan digunakan untuk pengembangan IT yang mendukung pengembangan bisnis konsumer dan UMKM serta pengembangan jaringan distribusi (outlet) untuk menjangkau new market yang potensial yang selama ini belum tersentuh oleh Bank.

Sebelumnya, Direktur Utama Bank Bukopin Rivan Purwantono mengatakan jajaran pengurus saat ini bahkan telah berbicara terkait dengan perihal detail untuk mendukung keberlanjutan dan perkembangan bisnis Bank Bukopin.

Dia menyebutkan manajemen baru menyambut dan mengapresiasi komitmen calon PSP baru, Kookmin Bank. Dia pun memastikan tidak ada permasalahan yang perlu dikhawatirkan baik oleh nasabah maupun investor.

"Kookmin Bank akan bagus karena memberi best practice baik dari sisi manajerial maupun digital banking. Fokus kerja pun masih akan tetap sama yakni segmen usaha mikro kecil menengah dan konsumer," katanya.

Selain fokus ke segmen UMKM dan konsumer, segmen komersial akan menjadi penyeimbang bisnis Bank Bukopin.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

right issue Aksi Korporasi bukopin
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top