Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wow! Bank Syariah BUMN Merger, Aset Tembus Rp236,86 Triliun

Adapun dari keempat anggota himpunan bank milik negara (himbara), tiga di antaranya memiliki anak usaha syariah berstatus bank umum syariah (BUS). Sisanya, yakni BTN mengembangkan perbankan syariah melalui unit usaha syariah (UUS).
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 03 Juli 2020  |  18:17 WIB
Logo bank/bank BUMN.
Logo bank/bank BUMN.

Bisnis.com, JAKARTA - Rencana merger perbankan syariah yang merupakan anak usaha bank umum milik negara (BUMN) bukan lagi isapan jempol setelah Menteri BUMN Erick Thohir mengumumkan perkiraan target pelaksanaan. Rencana merger ini pun otomatis akan meningkatkan jumlah aset perbankan syariah.

Adapun dari keempat anggota himpunan bank milik negara (himbara), tiga di antaranya memiliki anak usaha syariah berstatus bank umum syariah (BUS). Sisanya, yakni BTN mengembangkan perbankan syariah melalui unit usaha syariah (UUS).

Dari ketiga BUS Himbara, aset terbesar dimiliki oleh PT Bank Syariah Mandiri, kemudian diikuti PT Bank BNI Syariah dan Pt Bank BRI Syariah Tbk.

Pertama, PT Bank Syariah Mandiri membukukan aset senilai Rp114,75 triliun pada kuartal I/2020 atau naik 16,43% dari Maret 2019 yang sebesar Rp98,55 triliun. Mandiri Syariah juga membukukan laba bersih senilai Rp368 miliar atau naik 51,53% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Sampai dengan Maret 2020 dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun Mandiri Syariah tumbuh 16,94% dari Rp87,16 triliun per Maret 2019 menjadi Rp101,92 triliun pada Maret 2020. Hingga Maret 2020, Mandiri Syariah telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp75,70 triliun, tumbuh 9,14% dari Maret 2019 yang sebesar Rp69,36 triliun.

Kedua, PT Bank BNI Syariah membukukan aset pada kuartal I/2020 senilai Rp51,12 triliun atau tumbuh 16,2% secara tahunan (year-on-year/yoy). Pada periode tersebut, BNI Syariah juga membukukan laba bersih senilai Rp214 miiar pada kuartal I/2020, atau naik 58,1% (yoy).

Dana pihak ketiga (DPK) menjadi kontributor pertumbuhan tersebut, yaitu meningkat 16,6% (yoy) menjadi Rp44,85 triliun pada kuartal I/2020. Sementara itu, pembiayaan perseroan mengalami pertumbuhan 9,8% (yoy), dari Rp29,44 triliun pada kuartal I/2019 menjadi Rp32,32 triliun pada kuartal I/2020.

Ketiga, PT Bank BRI Syariah Tbk. membukukan aset senilai Rp42,2 triliun pada kuartal I/2020 atau naik 9,51% (yoy). Perseroan juga membukukan laba bersih senilai Rp75,15 miliar pada kuartal I/2020, naik sebesar 150% (yoy).

Pada kuartal I/2020, total pembiayaan yang disalurkan BRI Syariah adalah senilai Rp30,45 triliun dan total dana murah yang berhasil dihimpun menjadi sebesar Rp16,86 triliun.

Keempat, Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank Tabungan (Persero) Tbk. membukukan aset senilai Rp28,79 triliun atau tumbuh 3,4% (yoy). Pada kuartal I/2020, UUS BTN juga memperoleh laba senilai Rp86,55 miliar atau tumbuh 185,77% (yoy).

Sementara itu, pada kuartal I/2020, UUS BTN berhasil menghimpun simpanan senilai Rp20,93 triliun atau turun 3,39% (yoy) dan menyalurkan pembiayaan senilai Rp23,92 triliun atau naik 6,59% (yoy).

Apabila ketiga BUS tersebut melakukan merger, maka total aset perbankan syariah milik Himbara akan menjadi Rp208,07 triliun. Sementara itu, jika digabungkan dengan UUS BTN, total aset akan menjadi Rp236,86 triliun.

Nilai aset ini pun berpotensi lebih tinggi karena penerapan qanun di aceh yang akan mendorong konversi bank umum konvensional menjadi berbasis syariah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank syariah perbankan bank bumn
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

BisnisRegional

To top