Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bukopin (BBKP) Pastikan Kookmin Jadi Pengendali, Bagaimana Laju Harga Sahamnya?

Direktur Utama Bank Bukopin Rivan A. Purwantono mengatakan Kookmin Bank dapat memiliki porsi kepemilikan 26 persen karena pemerintah tidak akan menggunakan haknya dalam PUT V.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 05 Juli 2020  |  06:09 WIB
Direktur Utama Bank Bukopin Rivan A. Purwantono memberikan pemaparan kepada media di Jakarta, Kamis (2/7/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Direktur Utama Bank Bukopin Rivan A. Purwantono memberikan pemaparan kepada media di Jakarta, Kamis (2/7/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Bukopin Tbk. memastikan langkah KB Kookmin Bank akan tetap mulus menjadi pemegang saham pengendali (PSP) pada Penawaran Umum Terbatas (PUT) V tahun ini. Sentimen itupun memengaruhi laju saham perseroan.

Pada penutupan perdagangan Jumat (3/7/2020), saham Bukopin berada di level Rp184, sama seperti perdagangan sebelumnya, setelah bergerak di rentang Rp183 - Rp187. Kapitalisasi pasarnya mencapai Rp2,14 triliun dengan price to earning ratio (PER) 10,22 kali.

Dalam sebulan terakhir, saham Bukopin menguat 13,58 persen. Bahkan, dalam 3 bulan saham Bukopin mampu melejit hingga 119,05 persen. Kenaikan saham tak lepas dari rencana aksi korporasi untuk penyehatan likuiditas perseroan.

Namun demikian, sepanjang 2020 harga saham Bukopin masih terkoreksi 17,86 persen.

Sebelumnya, Direktur Utama Bank Bukopin Rivan A. Purwantono mengatakan Kookmin Bank dapat memiliki porsi kepemilikan 26 persen karena pemerintah tidak akan menggunakan haknya dalam PUT V. Bank asal Korea Selatan ini penjadi pembeli siaga jika pemegang saham lain tidak melaksanakan haknya dalam PUT V ini.

"Kami lakukan banyak skema. Kookmin Bank tetap dapat menjadi PSP lantaran pemerintah tidak akan menyerap haknya," katanya, Kamis (2/7/2020).

Rivan melanjutkan pemegang saham lain tetap memiliki kemampuan untuk menyerap semua haknya. Di samping itu, Rivan menyebutkan Kookmin Bank juga sedang mempersiapkan rencana untuk menjadi pemegang saham mayoritas.

"Bahkan paling maksimal untuk yang 67 persen kami pun targetkan tahun ini dengan penambahan modal lanjutan," imbuhnya.

Adapun, Kookmin Bank sedang melanjutkan proses penambahan kepemilikan sahamnya hingga menjadi pemilik mayoritas Bukopin melalui mekanisme yang sedang dibahas dengan regulator.

Managing Director Kookmin Bank sekaligus Komisaris Bank Bukopin Chang Su Choi pun mengonfirmasi bahwa pihaknya akan menjadi pengendali BBKP.

"Dengan demikian, kami pun akan cepat melakukan transformasi dan transfer knowledge untuk pengembangan Bank Bukopin ke depan," katanya.

Berdasarkan bahan paparannya, KB Kookmin Bank merupakan bagian dari KB Financial Group yang melayani segmen retail banking, corporate banking, dan SME banking.

Saham KB Financial Group tercatat di Korea Exchange (KRX) sejak 10 Oktober 2008 dan di New York Stock Exchange (NYSE) sejak 29 September 2008.

Per 31 Desember 2019, KB Kookmin Bank melayani 31,5 juta nasabah dan mengembangkan aplikasi perbankan digital dan platform mobile Star Banking dengan basis nasabah sebanyak 15,5 juta pengguna.

Total aset KB Kookmin Bank mencapai 387,4 triliun Korea Won (KRW) atau setara Rp4.672 triliun, tumbuh 8,5 persen secara tahunan. Pada periode yang sama, laba bersih Kookmin Bank mencapai 2.439,1 miliar KRW atau setara Rp29,41 triliun, meningkat 8 persen secara tahunan.

Sebagai informasi, Bukopin akan melakukan Penawaran Umum Terbatas (PUT) V dalam rangka menerbitkan HMETD kepada para pemegang saham perseroan atas sebesar 4,66 miliar saham.

Para pemegang saham Bukopin yang tercatat pada tanggal 10 Juli 2020, di mana setiap pemilik 5 (lima) saham lama akan memperoleh 2 (dua) HMETD. Harga pelaksanaan sebesar Rp180,- per saham.

Dengan asumsi seluruh HMETD dilaksanakan untuk membeli saham, maka Bukopin akan memperoleh dana sebesar Rp838,94 miliar.

Apabila setelah alokasi pemesanan saham tambahan masih terdapat sisa saham, maka KB Kookmin Bank Co., Ltd sebagai Pembeli Siaga wajib membeli sisa saham tersebut hingga terserap habis.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham bukopin Kookmin Bank
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top