Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

4 Bank Lakukan Penyesuaian Bunga Dasar Kredit, Ada Bank Banten dan Bank Jatim

SBDK digunakan sebagai dasar penetapan suku bunga kredit yang akan dikenakan oleh bank kepada nasabah.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 09 Juli 2020  |  10:06 WIB
Ilustrasi bunga bank - Istimewa
Ilustrasi bunga bank - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Sejumlah bank melakukan penyesuaian suku bunga dasar kredit (SBDK) atau prime lending rate per Juni 2020.

Berdasarkan pengumuman yang dipublikasi pada Harian Bisnis Indonesia pada Kamis (9/7/2020), penyesuian suku bunga kredit dilakukan oleh PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk., PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk., dan PT Bank Jtrust Indonesia Tbk.

Bank Kalbar melakukan penyesuian SBDK per Juni 2020 pada kredit korporasi sebesar 8,75 persen, kredit ritel 9,25 persen, kredit mikro 10,25 persen, serta kredit konsumsi yakni KPR 9,25 persen dan non-KPR 10,00 persen.

Bank Jatim menetapkan SBDK per Juni 2020 sebesar 6,26 persen untuk kredit korporasi, 7,18 persen untuk kredit ritel, 11,47 persen untuk kredit mikro, serta masing-masing sebesar 7,32 persen dan 8,84 persen untuk kredit KPR dan non-KPR.

Bank Banten menetapkan SBDK periode 30 Juni 2020 senilai 8,65 persen untuk kredit korporasi, 9,28 persen untuk kredit ritel, 10,75 persen untuk kredit mikro, dan masing-masing sebesar 8,62 persen dan 10,51 persen untuk kredit KPR dan non-KPR.

Bank J Trust Indonesia per 30 Juni 2020, menetapkan SBDK untuk kredit korporasi sebesar 9,20 persen, kredit ritel 9,7 persen, kredit mikro 21 persen, serta kredit konsumsi yakni KPR dan non-KPR masing-masing sebesar 12,05 persen dan 11,05 persen. SBDK kredit korporasi adalah kredit untuk tujuan produktif dengan plafon di atas Rp5 miliar.

Adapun, SBDK digunakan sebagai dasar penetapan suku bunga kredit yang akan dikenakan oleh bank kepada nasabah. SBDK belum memperhitungkan komponen estimasi premi risiko yang besarnya tergantung dari penilaian Bank terhadap risiko masing-masing debitur atau kelompok debitur.

Besarnya suku bunga kredit yang dikenakan kepada debitur belum tentu sama dengan SBDK. Dalam kredit konsumsi non-KPR tidak termasuk penyediaan dana melalui kartu kredit dan kredit tanpa agunan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan bunga kredit sbdk
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top