Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Perbankan Minta Program Keringanan Kredit Diperpanjang, Begini Respons OJK

Perbankan menginginkan adanya perpanjangan program restrukturisasi kredit, yang tertuang dalam POJK 11/2020, di mana saat ini berlaku maksimal 1 tahun
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 13 Juli 2020  |  19:46 WIB
Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso memberikan kata sambutan pada Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2019 dan Arahan Presiden RI di Jakarta, Jumat (11/1/2019). Bisnis - Nurul Hidayat
Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso memberikan kata sambutan pada Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2019 dan Arahan Presiden RI di Jakarta, Jumat (11/1/2019). Bisnis - Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membuka peluang untuk memperpanjang kebijakn restrukturisasi kredit setelah mendapat masukan dari asosiasi perbankan.

Mekanisme restrukturisasi kredit sendiri tertuang dalam POJK No.11/POJK.03/2020. Usulan tersebut disampaikan dalam pertemuan antara OJK dengan CEO 15 bank besar dan asosiasi perbankan seperti Perbanas, Himbara, dan Asbisindo, pada Senin (13/7/2020).

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menyampaikan dalam pertemuan tersebut disampaikan bahwa perbankan menginginkan adanya perpanjangan POJK 11/2020, di mana saat ini berlaku maksimal 1 tahun. Regulator pun mengkaji kemungkinan perpanjangan relaksasi tersebut.

"Kami berharap nanti pada kuartal III akan kelihatan angka-angkanya dan sektornya. Ini memberikan keyakinan yang lebih terhadap sektor perbankan agar memiliki keleluasaan menjalankan fungsinya untuk memberikan kredit," terangnya melalui konferensi video, Senin (13/7/2020).

Wimboh memerinci realisasi total restrukturisasi hingga 6 Juli 2020 mencapai Rp769,55 triliun, terdiri dari restrukturisasi UMKM mencapai Rp326,38 triliun dan non UMKM Rp443,17 triliun. Realisasi restrukturisasi telah menyasar 6,72 juta debitur, terdiri dari 5,41 juta debitur UMKM dan 1,31 juta debitur non UMKM.

Tren restrukturisasi disebutkan mulai menurun untuk segmen UMKM, sedangkan untuk segmen non-UMKM mulai sedikit meningkat dalam dua pekan terakhir.

Di tengah pandemi Covid-19, imbuhnya, sektor jasa keuangan masih solid dan memiliki kapasitas yang memadai untuk mempercepat pemulihan. Ini tercermin dari permodalan dan likuiditas yang memadai dengan profil risiko yang terjaga.

Ketua Umum Himpunan Bank-Bank Milik Negara (Himbara) Sunarso mengatakan kebijakan restrukturisasi dirasakan sangat membantu perbankan dan sektor riil. Oleh karena itu, dalam pertemuan tadi, asosiasi meminta agar kebijakan tersebut dapat diperpanjang sedikitnya satu tahun lagi.

"Sudah banyak realisasi [restrukturisasi]. Di BRI sendiri yang mayoritas portofolionya UMKM, hingga 30 Juni sudah ada 2,8 juta nasabah UMKM yang restrukturisasi dengan nilai Rp176,6 triliun," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan OJK restrukturisasi utang
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top