Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bukopin Jelaskan Rencana Private Placement, Jalan Kookmin Miliki 67 Persen Saham

Bukopin akan meminta persetujuan dari para pemegang saham atas PMTHMETD dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan diadakan pada Selasa (25/8/2020).
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 14 Juli 2020  |  12:41 WIB
RUPST Bank Bukopin Tahun Buku 2019 digelar di Jakarta, Kamis (18/6/2020). Beberapa hasil keputusan rapat tersebut yakni menunjuk Rivan A Purwantono sebagai Dirut, serta menahan laba usaha 2019 untuk memperkuat permodalan. Bank Bukopin juga memutuskan untuk tidak membagikan dividen serta tantiem kepada direksi dan komisaris. -Bisnis - Maria Elena
RUPST Bank Bukopin Tahun Buku 2019 digelar di Jakarta, Kamis (18/6/2020). Beberapa hasil keputusan rapat tersebut yakni menunjuk Rivan A Purwantono sebagai Dirut, serta menahan laba usaha 2019 untuk memperkuat permodalan. Bank Bukopin juga memutuskan untuk tidak membagikan dividen serta tantiem kepada direksi dan komisaris. -Bisnis - Maria Elena

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Bank Bukopin Tbk. menyatakan aksi korporasi private placement sudah direncanakan sebelumnya, yakni untuk mendongkrak kepemilikan KB Kookmin Bank hingga 67 persen.

Direktur Bank Bukopin Hari Wurianto menjelaskan rencana private placement merupakan lanjutan dari aksi penawaran umum terbatas (PUT) V yang akan selesai akhir Juli 2020.

"Rencana ini seperti yang kami sampaikan sebelumnya. Kookmin Bank akan memiliki kepemilikan 67 persen saham. Ini semua terangkai dan akan selesai tahun ini," katanya kepada Bisnis, Selasa (14/7/2020).

Dia menjelaskan rencana private placement ini akan diajukan pada akhir Agustus 2020. Dia pun menyebutkan para pemegang saham akan bernegosiasi kembali dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) yang akan diadakan dalam waktu dekat ini.

"Jadi, persetujuannya di RUPS-LB termasuk harga pelaksanaannya juga," imbuhnya.

Sebagai informasi, Bank Bukopin mengumumkan rencana penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) dengan jumlah yang diterbitkan sebanyak 22,24 miliar saham kelas B.

Dalam prospektus yang dirilis di Harian Bisnis Indonesia, Selasa (14/7/2020), nilai nominal saham sebesar Rp100. Jumlah saham yang akan diterbitkan tersebut merupakan 57,7 persen dari modal ditempatkan dan modal disetor perseroan setelah pelaksanaan Penawaran Umum Terbatas (PUT) V dan PMTHMETD.

PMTHMETD merupakan bagian dari satu rangkaian transaksi perubahan pengendali perseroan oleh KB Kookmin.

Perseroan pun bermaksud meminta persetujuan dari para pemegang saham atas PMTHMETD dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan diadakan pada Selasa (25/8/2020).

KB Kookmin disebutkan telah bersedia dan akan menjadi pengambil bagian tunggal dalam aksi korporaksi ini. Pada PUT V, Kookmin mengambil bagian sesuai porsi kepemilikan saham saat ini dan menjadi pembeli siaga saham yang tidak diserap pemegang saham lainnya.

Kemudian, melalui PMTHMETD Kookmin akan menjadi pemegang saham pengendali tungal perseroan yang akan memiliki 67 persen seluruh jumlah sahan yang telah dan akan diterbitkan perseroan.

Perseroan berencana untuk menggunakan dana yang diperoleh dari PMTHMETD untuk modal kerja dalam rangka perbaikan posisi keuangan, termasuk meningkatkan likuiditas.

Harga pelaksanaan PMTHMETD akan ditentukan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku di pasar modal.

Sebagai informasi, dalam PUT V dengan HMETD jumlah saham yang diterbitkan sebanyak 4,66 miliar saham. Harga pelaksanaan ditetapkan sebesar Rp180 per saham. Melalui PUT V, Kookmin akan meningkatkan porsi kepemilikan saham dari 22 persen ke 26 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bukopin bank bukopin private placement Kookmin Bank
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top