Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BCA Revisi Target Kredit Jadi 1-2 Persen Tahun Ini

Direktur Keuangan BCA Vera Eve Lim mengatakan perseroan masih optimistis kredit bisa tumbuh positif pada tahun ini, walaupun pandemi menekan perekonomian.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 27 Juli 2020  |  18:15 WIB
Nasabah melakukan transaksi lewat mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (28/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Nasabah melakukan transaksi lewat mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (28/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Bank Central Asia Tbk. merevisi pertumbuhan kredit pada tahun ini menjadi sebesar 1 persen sampai dengan 2 persen.

Direktur Keuangan BCA Vera Eve Lim mengatakan perseroan masih optimistis kredit masih bisa tumbuh positif pada tahun ini atau di tengah masa pandemi.

Berdasarkan catatan Bisnis, sebelumnya pada awal tahun bank swasta terbesar di Indonesia ini memperkirakan kredit tumbuh sebesar 7 hingga 8 persen pada 2020.

Hingga semester I/2020, kredit BCA tumbuh sebesar 5,3 persen YoY menjadi Rp595,1 triliun yang ditopang oleh pertumbuhan kredit korporasi.

"Saat ini setelah kami lihat by segment kredit tumbuh sedikit bisa positif 1 persen sampai 2 persen. Mudah-mudahan bisa positif," katanya, Senin (27/7/2020).

Sepanjang paruh pertama, BCA membukukan kredit korporasi senilai Rp257,9 triliun atau meningkat 17,7 persen YoY, sementara kredit komersial dan UKM turun 0,9 persen YoY menjadi Rp184,6 triliun.

Total portofolio kredit konsumer turun 5,1 persen YoY menjadi Rp146,9 triliun. Pada portofolio kredit konsumer, KPR tumbuh flat 0,3 persen YoY menjadi Rp91,0 triliun dan KKB turun 11,9 persen YoY menjadi Rp42,5 triliun.

Saldo outstanding kartu kredit turun 18,6 persen YoY menjadi Rp10,6 triliun akibat penurunan konsumsi domestik.

Di tengah berbagai tantangan yang sedang dihadapi, BCA tetap mampu menjaga permodalan pada posisi yang solid dengan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) berada pada level 22,9 persen, jauh di atas batas rasio yang ditetapkan oleh regulator.

Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) tercatat sebesar 2,1 persen, sedangkan pada Juni 2019 sebesar 1,4 persen. BCA membukukan rasio pengembalian terhadap aset (ROA) 3,1 persen dan pengembalian terhadap ekuitas (ROE) 15,6 persen pada semester I/2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bca kredit rencana bisnis bank
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top