Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

UMKM Mulai Bangkit, PNM Siap Tambah Nasabah dan Tekan Kredit Macet

Perusahaan pelat merah yang akrab disapa PNM ini mengaku sanggup mempertahankan kinerjanya, setelah pada Semester I/2020 mampu mencatatkan hasil positif kendati ikut terdampak pandemi Covid-19.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 31 Juli 2020  |  10:17 WIB
Direktur  Utama  PT Permodalan Nasional Madani Arief Mulyadi (tengah) didampingi direksi lainnya memberikan penjelasan mengenai kinerja perusahaan dalam rangka penawaran umum Obligasi Berkelanutan III PNM sebesar Rp6 triliun di Jakarta, Senin (29/4/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan
Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani Arief Mulyadi (tengah) didampingi direksi lainnya memberikan penjelasan mengenai kinerja perusahaan dalam rangka penawaran umum Obligasi Berkelanutan III PNM sebesar Rp6 triliun di Jakarta, Senin (29/4/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) PT Permodalan Nasional Madani (Persero) bakal tancap gas pada Semester II/2020 seiring bangkitnya perekonomian pascapandemi Covid-19.

Perusahaan pelat merah yang akrab disapa PNM ini mengaku sanggup mempertahankan kinerjanya, setelah pada Semester I/2020 mampu mencatatkan hasil positif, terutama dari sisi realisasi penyaluran pembiayaan, laba, dan tingkat kredit macet atau non-performing financing (NPF).

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian semester I/2020, PNM telah merealisasikan penyaluran pembiayaan program Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) dan Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (PNM Mekaar) sebesar Rp7,69 triliun kepada 6,2 juta nasabah aktif.

EVP Keuangan dan Operasional PNM Sunar Basuki berharap besar bahwa realisasi pembiayaan untuk kedua program ini di semester II/2020 mampu mencapai Rp12,4 triliun.

"Sehingga total penyaluran PNM Mekaar dan PNM ULaMM di tahun 2020 bisa mencapai sekitar Rp20 triliun," ujarnya ketika dikonfirmasi Bisnis, Jumat (31/7/2020).

Sementara itu, PNM tercatat masih sanggup membukukan laba bersih sebesar Rp123,68 miliar pada semester I/2020. Sunar pun mengaku tak menyangka PNM masih sanggup memetik untung, sebab kebanyakan nasabahnya berada di lapisan bawah yang rentan terdampak pandemi Covid-19.

"Dengan membaiknya aktivitas ekonomi masyarakat bawah dan pelonggaran pembatasan sosial berskala besar [PSBB], diproyeksikan laba perusahaan di tahun 2020 sanggup mencapai Rp255 miliar," tambahnya.

Terakhir, dari sisi kinerja kualitas kredit pada semester I/2020, PNM mencatatkan NPF konsolidasian (gross) yang masih di angka 1,57% sementara NPF konsolidasian (net) di angka 1,00%.

Sunar menargetkan bahwa dengan ekspansi pembiayaan pada semester II/2020 yang ditopang suntikan modal dari pemerintah berupa Penyertaan Modal Negara dan rencana penerbitan surat utang dalam beberapa waktu ke depan, NPF gross PNM diyakini bisa terjaga secara konsolidasi sekitar 1,5% hingga akhir tahun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN umkm pnm
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top