Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

KUR Bunga 0 Persen Segera Meluncur Akhir Agustus, Ini Detailnya

Plafon pinjaman lunak yang bisa didapatkan adalah maksimal Rp10 juta per debitur.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 13 Agustus 2020  |  17:45 WIB
Ilustrasi - Karyawan menghitung uang pecahan Rp.100.000 di salah satu Bank yang ada di Jakarta, Senin (4/6). Bisnis - Abdullah Azzam
Ilustrasi - Karyawan menghitung uang pecahan Rp.100.000 di salah satu Bank yang ada di Jakarta, Senin (4/6). Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah meluncurkan kredit usaha rakyat (KUR) Super Mikro dengan bunga 0 persen untuk mendorong pembiyaaan di sektor produktif. Subsidi bunga pinjaman ini diharapkan dapat mulai berlaku sejak akhir Agustus 2020.

Berdasarkan penjelasan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (13/8/2020), program ini akan lebih diarahkan untuk pembiayaan kepada para pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) dan ibu-ibu rumah tangga yang memiliki usaha produktif. Plafon pinjaman lunak yang bisa didapatkan adalah maksimal Rp10 juta per debitur.

Penerapan KUR suku bunga 0 persen akan berlaku sampai akhir 2020. Namun, para penerima manfaat pun dapat tetap memanfatkan pinjaman bersubsidi dengan bunga KUR normal 6% pada masa selanjutnya.

Dalam skema KUR Super Mikro, yang menjadi agunan pokok ialah usaha atau proyek yang dibiayai KUR. Selain itu, tidak akan ada agunan, maupun agunan tambahan yang diminta oleh bank penyalur.

Adapun, syarat yang harus dipenuhi debitur yakni memiliki usaha yang masuk kategori mikro. Lama usaha usaha tidak dibatasi minimal 6 bulan sehingga bisa saja berupa usaha baru. Hanya saja, debitur harus bersedia mengikuti program pendampingan, tergabung dalam suatu kelompok usaha, atau memiliki anggota keluarga yang telah memiliki usaha.

Bagi pegawai yang terkena PHK, atau ibu rumah tangga memiliki potensi besar untuk memanfaatkan subsidi ini. Pegawai PHK tidak diwajibkan memiliki usaha minimal 3 bulan dengan pelatihan 3 bulan (sebagaimana aturan yang berlaku saat ini), tapi dapat kurang dari 3 bulan atau bahkan usaha baru dengan persyaratan mengikuti pendampingan, atau tergabung dalam kelompok usaha atau memiliki anggota keluarga yang telah memiliki usaha. 

Ketentuan terakhir, yakni calon penerima KUR merupakan debitur yang baru, dalam artian belum pernah menerima KUR. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kredit kur pinjaman
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top