Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Meski Melesat 229 Persen, Laba BRIS Semester I/2020 Lebih Rendah dari 2018

Perusahaan terus menjalankan fungsi intermediasi yang diikuti pengendalian beban biaya dana. Penyaluran pembiayaan tercatat mencapai Rp37,4 triliun atau tumbuh 55,92 persen (yoy).
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 24 Agustus 2020  |  23:53 WIB
Karyawan menunjukan uang rupiah di salah satu kantor cabang BRI Syariah di Jakarta, Rabu (29/7/2020). Bisnis - Abdurachman
Karyawan menunjukan uang rupiah di salah satu kantor cabang BRI Syariah di Jakarta, Rabu (29/7/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank BRIsyariah Tbk. membukukan laba bersih senilai Rp117,2 miliar sepanjang semester I/2020 atau tumbuh 229,6 persen secara year on year (yoy).

Direktur Operasional BRI Syariah Fahmi Subandi menyampaikan beberapa hal mendukung profitabilitas perseroan pada semester I/2020. Perusahaan terus menjalankan fungsi intermediasi yang diikuti pengendalian beban biaya dana. Penyaluran pembiayaan tercatat mencapai Rp37,4 triliun atau tumbuh 55,92 persen (yoy).

Di sisi lain, perusahaan mencatat adanya perbaikan struktur pendanaan. Dana murah atau CASA tumbuh 90,79 persen yoy, sehingga meningkatkan rasio dana murah terhadap total dana pihak ketiga (CASA Ratio) hingga mencapai 54,34 persen.

"CASA naik sehingga cost of fund bisa ditekan lebih rendah. Ini meningkatkan kemampuan kita untuk mendorong pendapatan," katanya dalam paparan kinerja kuartal II/2020, Selasa (24/8/2020).

Di samping itu, perusahaan terus memperbaiki kualitas pembiayaan. Hal ini tampak dari penurunan rasio nonperforming financing (NPF) gross yakni dari sebesar 4,98 persen pada akhir Juni 2019 turun menjadi 3,99 persen pada 30 Juni 2020.

Selain memperbaiki kualitas, perusahaan memupuk kemampuan membentuk cadangan. Rasio cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) aset keuangan terhadap aset produktif sebesar 2,21 persen per 30 Juni 2020, dari posisi 30 Juni 2019 sebesar 0,97 persen. "Itu kunci pokok yang dilakukan BRI Syariah selama semester I/2020," imbuhnya.

Meski begitu, perolehan laba pada semester I/2020 masih lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2018. Sebelum mencapai lonjakan laba pada paruh pertama tahun ini, BRI Syariah sempat mencatat penurunan laba pada periode yang sama tahun lalu.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2019 (diaudit), emiten berkode saham BRIS ini hanya membukukan laba bersih senilai Rp35,55 miliar. Laba pada periode tersebut anjlok 70,41 persen dibandingkan dengan perolehan laba per 30 Juni 2018 (tidak diaudit) sebesar Rp120,16 miliar.

Pembentukan laba pada semester I/2019 berasal dari pendapatan penyaluran dana yang tumbuh 9,03 persen yoy, sedangkan bagi hasil untuk pemilik dana investasi naik 5,50 persen yoy. Dari situ, perusahaan mencapai pertumbuhan pendapatan setelah distribusi bagi hasil sebesar 11,41 persen yoy menjadi Rp990,18 miliar.

Di sisi lain, beban operasional naik 13,09 persen yoy menjadi Rp1,09 triliun. Alhasil, laba operasional menyusut dari Rp159,03 miliar per 30 Juni 2018 menjadi Rp57,83 miliar per 30 Juni 2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank syariah bri bri syariah
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top