Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penentuan Kookmin Jadi PSP Tunggal Bukopin Tinggal Selangkah Lagi

Apabila persetujuan telah dikantongi, maka porsi kepemilikan saham KB Kookmin di PT Bank Bukopin Tbk. dapat mencapai 67%. Aksi korporasi private placement non-preemptive KB Kookmin nantinya akan dilakukan dengan menyuntikkan modal lebih dari US$200 juta.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 24 Agustus 2020  |  11:05 WIB
Seorang melintas di kantor KB Kookmin Bank Korea Selatan. Kookmin menjadi pemegang saham di PT Bank Bukopin Tbk. sejak 2018./asianbankingandfinance.net -
Seorang melintas di kantor KB Kookmin Bank Korea Selatan. Kookmin menjadi pemegang saham di PT Bank Bukopin Tbk. sejak 2018./asianbankingandfinance.net -

Bisnis.com, JAKARTA -- Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Bukopin Tbk. yang akan dilakukan pada 25 Agustus 2020 menjadi penentuan bagi KB Kookmin untuk merealisasikan ambisinya menjadi pemegang saham pengendali tunggal pada perseroan tersebut.

Apabila persetujuan telah dikantongi, maka porsi kepemilikan saham KB Kookmin di PT Bank Bukopin Tbk. dapat mencapai 67%. Aksi korporasi private placement non-preemptive KB Kookmin nantinya akan dilakukan dengan menyuntikkan modal lebih dari US$200 juta.

Direktur Utama Bank Bukopin Rivan A Purwantono mengatakan dengan suntikan modal dan tambahan US$400 juta diharapkan dapat mempertebal likuiditas Bank Bukopin. Bantuan likuiditas itu diharapkan dapat memperkuat fondasi Bank Bukopin untuk terus berkembang.

Menurutnya, keputusan para pemegang saham dalam RUPSLB yang akan diadakan pada 25 Agustus 2020 harus berhasil disahkan dengan dukungan pemegang saham minoritas yang kuat.

"KB Kookmin yakin dapat membawa stabilitas yang sudah lama ditunggu Bank Bukopin," katanya seperti dikutip dalam rilis, Senin (24/8/2020).

Pada kuartal I/2020, Bank Bukopin tetap menjaga kinerja pada posisi positif. Selain itu, Bank Bukopin juga baru-baru ini menjadi sasaran isu negatif yang menyebabkan kepanikan bagi nasabah.

Lantaran kondisi tersebut, KB Kookmin bertekad untuk melakukan transformasi di Bank Bukopin untuk menjadi salah satu Bank yang dapat tumbuh berkelanjutan dan memiliki nilai tambah bagi perekonomian nasional.

Sebelumnya, KB Kookmin Bank juga pernah mengalami kondisi krisis yang terjadi dalam industri perbankan Korea Selatan pada akhir 1990 hingga tahun 2000-an. Selama periode tersebut, KB Kookmin Bank berhasil menunjukkan rekam jejak yang luar biasa untuk bertahan di kondisi krisis dan menjadi grup keuangan terkemuka di Korea Selatan.

"Dengan pengalaman tersebut, KB yakin dapat membantu Bank Bukopin melewati masa pandemi saat ini, sehingga dapat kembali meningkatkan kinerja positif dan terus tumbuh ke depannya," katanya.

Menurutnya, pasar sudah menunjukkan tanda-tanda positif sejak KB menjadi pemegang saham pengendali tunggal Bank Bukopin. Setelah KB berpartisipasi dalam PUT V pada Juli 2020, kondisi rush money yang terjadi mulai berhenti.

Selain itu, Fitch juga meningkatkan peringkat Bank Bukopin menjadi AA- (idn) dengan prospek pengawasan peringkat positif. Peringkat tersebut berada di bawah kategori peringkat investasi, hal tersebut menjadi salah satu kunci bagi Bank Bukopin untuk mendapatkan kembali kepercayaan nasabah dan meningkatkan kinerja.

"Oleh karenanya, persetujuan para pemegang saham dalam RUPSLB mendatang untuk menyetujui private placement non-preemptive bagi KB Kookmin Bank sangat penting, guna memastikan KB dapat menyuntikkan lebih banyak modal ke Bank Bukopin dengan segera untuk mengkonsolidasikan kepemilikan saham serta melakukan transformasi di Bank Bukopin," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan bank bukopin Kookmin Bank
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top