Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Aksi Korporasi Rampung, Bukopin: Karena Dukungan Pemerintah dan Regulator

Direktur Utama Bank Bukopin Rivan A. Purwantono mengatakan, sebagai Bank Buku III, perseroan akan memiliki efek sistemik ke perekonomian apabila mengalami kesulitan sehingga akan berdampak pada stabilitas perekonomian nasional.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 27 Agustus 2020  |  09:15 WIB
Direktur Utama Bank Bukopin Rivan A. Purwantono memberikan pemaparan kepada media di Jakarta, Kamis (2/7/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Direktur Utama Bank Bukopin Rivan A. Purwantono memberikan pemaparan kepada media di Jakarta, Kamis (2/7/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Bukopin Tbk. menilai rampungnya Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) tidak terlepas dari dukungan pemerintah dan regulator. Pasalnya rangkaian aksi korporasiyang dilakukan dinilai tak sekadar hanya demi menjaga dana nasabah tetapi juga menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Direktur Utama Bank Bukopin Rivan A. Purwantono mengatakan, sebagai Bank Buku III, perseroan akan memiliki efek sistemik ke perekonomian apabila mengalami kesulitan sehingga akan berdampak pada stabilitas perekonomian nasional.

Dia mengakui dukungan negara Republik Indonesia sangat kuat, dalam hal ini tidak hanya sebagai pemegang saham, tetapi juga sebagai pemerintah. Pemerintah senantiasa mengikuti perkembangan yang terjadi dan selalu mendukung upaya-upaya yang dilakukan oleh Bank Bukopin, regulator dan pemegang saham.

"Melalui koordinasi dengan regulator industri perbankan yaitu OJK, pemerintah terus mendampingi dan memberikan masukan yang sangat membantu bagi perbaikan posisi Bank Bukopin, termasuk saat menunjuk Bank BRI sebagai technical assistance di Bank Bukopin," katanya seperti dikutip dalam rilis, Kamis (27/8/2020).

Selepas Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Rivan menekankan bahwa apa yang dicapai ini tidak lepas dari dukungan Pemerintah serta pihak-pihak yang memang berfokus pada pemulihan ekonomi nasional.

"Maka dari itu, saya pribadi maupun mewakili Bank Bukopin mengucapakan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya pada pihak-pihak yang selama ini selalu membantu Bank Bukopin, baik kepada para pemegang saham, Kookmin, Bosowa, Negara RI serta pemegang saham lainnya, serta khusunya kepada pemerintah dan regulator yang telah memberikan pendampingan dan arahan yang luar biasa hingga kami sampai pada posisi sekarang," katanya.

Sebelumnya, Bank Bukopin sempat diterpa beberapa isu yang dinilai meresahkan masyarakat. Namun, Bank Bukopin tetap berjuang dan dapat kembali melangkah dengan pasti menghadapi tantangan.

Kemudian, perseroan mendapatkan pernyataan efektif tanggal 30 Juni 2020 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melaksanakan Penawaran Umum Terbatas V (PUT V) sehingga mengubah komposisi pemegang saham Bank Bukopin.

Melalui aksi korporasi ini komposisi Pemegang saham Bank Bukopin per 30 Juli menjadi KB Kookmin Bank (33,9%), Bosowa Corporindo (23,4%), Negara Republik Indonesia (6,37%) dan Publik (termasuk Kopkapindo dan Kopelindo, total 36,33%).

Dengan hasil ini, menjadikan KB Kookmin Bank menjadi pemegang saham terbesar dan disetujui sebagai Pemegang Saham Pengendali Perseroan. Hal ini juga berdampak positif dengan disematkannya peringkat Bank Bukopin menjadi AA-(idn) dan predikat Rating Watch Positif.

Berlanjut pada aksi korporasi selanjutnya, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa sukses dilakukan kemarin Selasa, 25 Agustus 2020. Aksi korporasi ini dilakukan dalam hal memperkokoh fundamental Bank Bukopin.

Pada RUPSLB tersebut juga disetujui PMTHMETD sebagai bagian dari pengokohan fundamental perseroan dan akan menjadikan KB Kookmin Bank sebagai pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan 67% saham.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan bukopin bank bukopin
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top