Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penyehatan Bank Banten: Transparansi Penting untuk Gaet Investor

Masih banyak investor swasta dan asing yang tertarik dan bahkan sedang mencari cari bank yang dapat diajak bekerja sama, khususnya dalam penyuntikan modal.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 30 Agustus 2020  |  07:20 WIB
Gedung Bank Banten - bankbanten.co.id
Gedung Bank Banten - bankbanten.co.id

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk. diperkirakan masih mampu mendapat kepercayaan investor baru dalam upaya penyuntikan dana segarnya.

Hanya saja, perseroan diharap mampu transparan dan berkolaborasi dengan pihak swasta bahkan asing.

Senior Faculty LPPI Moch Amin Nurdin mengatakan masih banyak investor swasta dan asing yang tertarik dan bahkan sedang mencari cari bank yang dapat diajak bekerja sama, khususnya dalam penyuntikan modal.

"Investor swasta dan asing masih banyak yang berminat, tetapi transparansi dan mau kerja sama dari pemerintah daerah sangat penting di sini. Bagaimana pun tak banyak bank daerah bisa berkolaborasi dengan swasta," katanya kepada Bisnis, Jumat (28/8/2020).

Selain itu, Amin pun berpendapat pemegang saham Bank Banten pun perlu menawarkan harga yang sangat kompetitif kepada pemegang saham baru nantinya.

Sebagai informasi, perseroan rencananya akan menerbitkan saham baru melalui Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) sebanyak-banyaknya 60.820.296.033 saham. Jumlah tersebut setara 90,46 persen dari jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam, serta berpotensi mendapatkan dana Rp3,04 triliun.

Aksi korporasi tersebut akan mengakomodir rencana penambahan modal Bank Banten oleh Pemerintah Provinsi Banten melalui PT Banten Global Development. Sementara itu, strategic partner yang akan ikut dalam PUT tersebut hingga saat ini masih dirahasiakan.

Amin melanjutkan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. (Bank BJB) yang sebelumnya dikabarkan akan mengakuisisi masih berpotensi melakukan kajian mendalam.

"Ongkos bagi Bank BJB tentu besar. Tak sekadar ongkos merger atau akuisisi, tetapi juga potensi pencadangan dari aset yang berpotensi masalah ke depannya," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investor BEKS Bank Banten
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top