Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Makin Banyak Aset Milik Negara Diasuransikan, AAUI: APBN akan Lebih Efektif!

Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Dody Achmad Sudiyar Dalimunthe menjelaskan fungsi asuransi untuk memitigasi risiko tidak hanya berlaku untuk perorangan, perusahaan tapi juga negara.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 01 September 2020  |  12:02 WIB
Karyawan melintasi logo-logo perusahaan asuransi di Kantor Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Jakarta, Selasa (11/02/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Karyawan melintasi logo-logo perusahaan asuransi di Kantor Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Jakarta, Selasa (11/02/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — Perluasan cakupan asuransi barang milik negara atau BMN oleh pemerintah dinilai dapat membuat pengeluaran anggaran pendapatan dan belanja negara atau APBN lebih efektif. Uang negara pun lebih terjaga saat terdapat kejadian yang tak diinginkan.

Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Dody Achmad Sudiyar Dalimunthe menjelaskan bahwa asuransi berfungsi untuk memitigasi risiko sehingga kondisi finansial sang pemilik polis dapat terjaga. Hal tersebut bukan hanya berlaku bagi perorangan dan perusahaan, melainkan juga negara.

Menurut Dody, pengasuransian aset-aset negara dapat menjaga kondisi finansial atau APBN jika sewaktu-waktu terjadi sesuatu yang merusak aset tersebut. Oleh karena itu, pengasuransian BMN menjadi sesuatu yang perlu dipertimbangkan oleh pemerintah.

"Asuransi adalah mitigasi risiko agar kondisi finansial terkendali. Hal ini dapat menjadi solusi agar APBN efektif," ujar Dody kepada Bisnis, Selasa (1/9/2020).

Pemerintah telah mencanangkan pengasuransian aset-aset BMN pada 2019 yang diproteksi oleh Konsorsium Asuransi BMN. Saat pertama diluncurkan pada tahun lalu, aset negara yang terproteksi baru dari Kementerian Keuangan. Tahun ini direncanakan proteksi aset negara akan diperluas ke 10 kementerian atau lembaga.

Menurut Dody, pada prinsipnya AAUI akan menindaklanjuti rencana pemerintah terkait tahapan pengasuransian BMN, yakni adanya perluasan cakupan setiap tahunnya. Dia menjelaskan bahwa perluasan itu penting untuk memberikan proteksi bagi aset-aset negara.

Dody menilai bahwa pandemi Covid-19 mungkin dapat memengaruhi kebijakan pemerintah terkait perluasan cakupan asuransi BMN. Meskipun begitu, AAUI akan tetap mengikuti rencana pemerintah sambil memastikan proteksi bagi aset-aset tersebut.

Kebakaran gedung Kejaksaan Agung beberapa waktu lalu menjadi pengingat akan pentingnya asuransi BMN. Gedung Korps Adhyaksa itu tercatat tidak diasuransikan, sehingga nilai perbaikan Rp161 miliar harus ditanggung oleh APBN.

"Terkait dengan gedung Kejaksaan Agung yang terbakar kemarin memang belum masuk ke dalam coverage asuransi BMN," ujar Dody.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asuransi aaui aset negara
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top