Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Akui Tak Punya Lisensi, Jouska Sebut Bisnisnya di Area Abu-Abu

CEO Jouska Aakar Abyasa menyampaikan bahwa profesi perencana keuangan masih berada di area abu-abu (grey area) di industri keuangan Indonesia sehingga belum diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 02 September 2020  |  01:10 WIB
Chief Executive Officer Jouska Aakar Abyasa Fidzuno. - Bisnis/Dedi Gunawan
Chief Executive Officer Jouska Aakar Abyasa Fidzuno. - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — CEO PT Jouska Financial Indonesia mengaku pihaknya tidak memiliki lisensi dan beberapa sertifikasi pasar modal juga tak diperpanjang dalam menjalankan usaha perencana keuangan.

CEO Jouska Aakar Abyasa menyampaikan bahwa profesi perencana keuangan masih berada di area abu-abu (grey area) di industri keuangan Indonesia sehingga belum diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Benar dalam hal ini sebagian besar dari kami, karena kami sebagai entitas [tidak memiliki lisensi maupun sertifikasi],” kata Aakar, Selasa (1/9/2020).

Dia menyampaikan bahwa dirinya sebagai individu sempat mengikuti pelatihan dari lembaga sertifikasi seperti International Association of Registered Financial Consultants (IARFC) dan Certified Financial Planner (CFP).

Setelah mendapatkan sertifikasi, Aakar mengaku tidak memperpanjang sertifikasi tersebut.

“Saya punya sertifikat keduanya [IARFC dan CFP] tapi memang ada yang tidak saya perpanjang,” tutur Aakar.

Berdasarkan hasil audiensi pada 6 Agustus 2020 dengan DPM 3 OJK atau Departemen Pengawasan Pasar Modal 2A, Jouska mengatakan pihaknya mendapat tiga saran dari otoritas agar bisa kembali beroperasi seperti sedia kala.

Pertama, Jouska tidak memerlukan izin dari OJK selama perseroan tidak menjual produk efek di pasar modal seperti saham, surat utang, dan lainnya, serta tidak memberikan saran terkait produk-produk tersebut tersebut.

Kedua, Jouska memerlukan lisensi sebagai agen penjual efek seperti APERD maupun WPPE apabila ingin pergi ke area tersebut.

Ketiga, Jouska bisa memenuhi izin komplit sebagai penasihat investasi jika ingin melakukan semua kegiatan terkait dengan investasi.

Saat ini, Aakar menyebut posisi Jouska masih dalam status diberhentikan sementara oleh Satgas Waspada Investasi (SWI).

Ke depannya, Aakar mengungkapkan fokus utama Jouska di internal ada dua yaitu menyelesaikan keluhan klien dan menyelesaikan tanggung jawab kepada klien yang tidak ada keluhan. Dengan kata lain, bisa saja bisnis Jouska tidak akan kembali seperti semula.

“Untuk ke depannya Jouska mau jadi seperti apa, saya belum bisa berkomentar,” pungkas Aakar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi OJK Jouska
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top