Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bank Besar Masih Punya Ruang Turunkan Bunga Deposito

Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Lando Simatupang mengatakan pelaku industri saat ini banyak menahan ekspansi usaha dan lebih memilih instrumen likuid untuk mengoptimalkan dananya.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 07 September 2020  |  22:11 WIB
Karyawan menghitung uang pecahan Rp.100.000 di salah satu Bank yang ada di Jakarta, Senin (4/6). Bisnis - Abdullah Azzam
Karyawan menghitung uang pecahan Rp.100.000 di salah satu Bank yang ada di Jakarta, Senin (4/6). Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Suku bunga deposito perbankan diperkirakan masih akan turun seiring dengan longgarnya likuiditas dan rendahnya tingkat inflasi. Meski hal ini dapat memunculkan potensi crowding out, tetapi perbankan diperkirakan masih tetap dapat mengelola risiko tersebut.

Adapun, suku bunga deposito bank umum untuk tenor satu bulan per Juni 2020 telah mencapai 5,49%, turun dari periode sama tahun lalu 6,70%.

Penurunan ini dipicu oleh kelompok Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) IV yang telah mencapai posisi 5,06%. Pada bulan terakhir kuartal ketiga tahun ini, rata-rata BUKU IV bahkan telah mengklaim suku buga depositonya sudah berada di level 4% dan sebagian ada yang telah berada pada kisaran 3%.

Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Lando Simatupang mengatakan pelaku industri saat ini banyak menahan ekspansi usaha dan lebih memilih instrumen likuid untuk mengoptimalkan dananya.

Menurutnya, instrumen deposito masih memiliki margin yang cukup bagi para nasabah sehingga membuat perbankan masih memiliki ruang untuk menurunkan kembali suku bunganya. 

"Masih ada ruang untuk menurunkan suku bunga deposito ini meski tidak terlalu besar. Inflasi kita masih rendah bahkan ada deflasi," katanya kepada Bisnis, Senin (7/9/2020).

Dia mengatakan industri perbankan saat ini cukup tertekan, baik dari sisi kualitas kredit maupun margin, lantaran restrukturisasi kredit yang tinggi. Hal ini pun membuat penurunan suku bunga deposito menjadi salah satu strategi yang tepat untuk menjaga tingkat margin mereka selama masa pandemi.

Bagi nasabah, Lando mengatakan deposito tergolong tidak begitu menarik, karena masih rendah dibandingkan dengan keuntungan dari investasi emas atau bahkan surat utang pemerintah yang masih menawarkan margin di kisaran 5%.

"Bahkan perbankan pun juga menempatkan sebagian dananya ke serat utang pemerintah. Meski akan ada tarik-tarikan tetapi tidak akan besar, karena bank juga pasti akan berhitung dengan matang. Permintaan kredit yang biasanya menggerus likuiditas, juga belum kuat," imbuhnya.

Terpisah, pengamat perbankan dari Universitas Bina Nusantara Doddy Ariefianto berpendapat penurunan tingkat deposito yang terbesar akan lebih banyak terjadi pada bank-bank papan atas. 

"Bank-bank kecil juga mengikuti penurunan suku bunga deposito ini tetapi tidak akan terlalu dalam. Biasannya akan ada perbedaan 150 basis poin antara suku bunga deposito bank besar dan bank kecil," imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan deposito dpk pendanaan
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top