Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wacana Relaksasi Pajak Mobil Baru, BFI Finance Waspadai Dua Hal

Kementerian Perindustrian telah mengusulkan dan membahas relaksasi pajak pembelian mobil baru kepada Kementerian Keuangan.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 21 September 2020  |  17:09 WIB
Direktur Keuangan PT BFI Finance Indonesia Tbk Sudjono (kanan)  didampingi Direktur Pemasaran Sutadi memberikan penjelasan saat berkunjung ke kantor redaksi Bisnis Indonesia, di Jakarta, Senin (14/1/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan
Direktur Keuangan PT BFI Finance Indonesia Tbk Sudjono (kanan) didampingi Direktur Pemasaran Sutadi memberikan penjelasan saat berkunjung ke kantor redaksi Bisnis Indonesia, di Jakarta, Senin (14/1/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - PT BFI Finance Indonesia Tbk. (BFI Finance) optimistis kebijakan relaksasi pajak mobil baru memberikan angin segar bagi industri pembiayaan, walaupun tetap memiliki implikasi yang harus diantisipasi.

Direktur Keuangan BFI Finance Sudjono sebelumnya menjelaskan bahwa pihaknya telah mempersiapkan berbagai pendanaan sebagai modal menggenjot pembiayaan kendaraan.

Oleh sebab itu, lewat kebijakan relaksasi pajak yang dinilai mampu mendongkrak permintaan sektor otomotif, perusahaan dengan kode emiten BFIN ini yakin, kinerjanya dan pembiayaan multifinance secara keseluruhan juga akan membaik.

"Kami masih mengamati dan menunggu kejelasan atas pemberlakuan kebijakan ini seperti apa. Kalau memang benar-benar terjadi pembebasan PPN dan atau PPnBM, maka akan menjadi stimulus di sektor kendaraan baru, menurunkan harga jual, dan tentunya mendorong peningkatan permintaan pembiayaan," jelasnya kepada Bisnis, Senin (21/9/2020).

Sudjono menambahkan bahwa pihaknya sudah pasti juga akan mengatasi dampak negatif dari kebijakan ini. Misalnya, dari sisi psikologi konsumen yang sudah telanjur mengambil kredit mobil baru dan harga jual kendaraan bekas yang diproyeksi makin turun harganya.

"Bagi kendaraan yang masih dalam proses kredit, hal ini akan menjadi masalah, khususnya bagi perusahaan pembiayaan yang menerapkan DP [uang muka] rendah. Karena secara tidak langsung terjadi over financing dan potensi peningkatan kredit bermasalah. Segmen kendaraan bekas juga akan terpengaruh meskipun dampaknya lebih kecil," tambahnya.

Sekadar informasi, sebelumnya Kementerian Perindustrian telah mengusulkan dan membahas relaksasi pajak pembelian mobil baru kepada Kementerian Keuangan.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkap upaya ini diharapkan dapat menstimulus pasar, mendongkrak daya beli masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor otomotif di tengah masa pandemi Covid-19.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

multifinance bfi finance pajak mobil
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top