Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Simas Insurtech: Cicilan Premi Bantu Jaga Kinerja Perusahaan dan Nasabah

Presiden Direktur Simas Insurtech Teguh Aria Djana menilai bahwa industri asuransi akan merasakan dampak dari kondisi perekonomian yang di ambang resesi. Oleh karena itu, perusahaan-perusahaan harus menyiapkan sejumlah strategi untuk bisa menjaga arus kas.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 25 September 2020  |  13:13 WIB
Karyawan memotret deretan logo-logo perusahaan asuransi di Kantor Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) di Jakarta, Selasa (22/9/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Karyawan memotret deretan logo-logo perusahaan asuransi di Kantor Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) di Jakarta, Selasa (22/9/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — PT Asuransi Simas Insurtech menilai bahwa program cicilan premi dapat menjadi solusi dari melemahnya kinerja asuransi umum. Selain itu, diperlukan identifikasi yang rinci terhadap produk-produk yang terdampak oleh pandemi virus corona.

Presiden Direktur Simas Insurtech Teguh Aria Djana menilai bahwa industri asuransi akan merasakan dampak dari kondisi perekonomian yang di ambang resesi. Oleh karena itu, perusahaan-perusahaan harus menyiapkan sejumlah strategi untuk bisa menjaga arus kas.

Penghasilan masyarakat yang menurun membuat mereka akan kesulitan membayar premi, dan hal tersebut akan berdampak kepada pendapatan perusahaan. Oleh karena itu, keringanan bagi nasabah menjadi salah satu solusi yang patut dipertimbangkan di tengah krisis.

"Harus ada upaya untuk menahan penurunan kinerja, misalnya dengan program cicilan premi. Kami baru memulainya untuk produk asuransi mobil, ini bisa meringankan para nasabah," ujar Teguh kepada Bisnis, Kamis (24/9/2020).

Menurutnya, keringanan itu memberikan manfaat baik bagi perusahaan maupun nasabah. Perusahaan asuransi bisa tetap mendapatkan premi dan tidak kehilangan nasabah, lalu nasabah bisa tetap terproteksi saat kondisi ekonomi sedang sulit.

Teguh menjelaskan bahwa pihaknya turut mengalami hambatan kinerja karena sejumlah produk andalan menurun penjualannya. Beberapa di antaranya yakni asuransi kendaraan dan asuransi perjalanan yang seluruhnya berbasis digital.

Dia menilai bahwa perusahaan asuransi harus melakukan identifikasi kondisi bisnis dengan cepat dan komprehensif untuk menentukan strategi. Melambatnya kinerja asuransi umum sepanjang semester pertama membuat perusahaan-perusahaan asuransi harus mampu meredam dampak berkepanjangan dari pandemi Covid-19.

"Kami akan fokus pada retensi dan identifikasi produk-produk yang terdampak langsung, seperti asuransi perjalanan, dan sebagainya. Jadi harus ada produk lain yang bisa menahan penurunan kinerja, juga perluas kerja sama untuk produk yang masih bagus, seperti asuransi pengiriman untuk marketplace," ujar Teguh.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asuransi asuransi umum pandemi corona
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top