Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Fungsi Intermediasi Bank Sampoerna Masih Berjalan di Tengah Pandemi

CFO PT Bank Sahabat Sampoerna Henky Suryaputra mengatakan penghimpunan dana berkaitan erat dengan kepercayaan masyarakat. Bank Sampoerna pun berupaya menjaga kepercayaan nasabah sebagai hal yang mutlak perlu dilakukan.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 02 Oktober 2020  |  17:13 WIB
Fungsi Intermediasi Bank Sampoerna Masih Berjalan di Tengah Pandemi
Bank Sampoerna - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Bank Sahabat Sampoerna mengaku masih mampu menghimpun dana pihak ketiga di tengah pandemi. Bahkan, mampu tumbuh sebesar 4% per Agustus 2020 dibandingkan periode sama tahun lalu (year on year/yoy).

CFO PT Bank Sahabat Sampoerna Henky Suryaputra mengatakan penghimpunan dana berkaitan erat dengan kepercayaan masyarakat. Bank Sampoerna pun berupaya menjaga kepercayaan nasabah sebagai hal yang mutlak perlu dilakukan. Selain itu, bank juga memberikan layanan yang sesuai dengan kebutuhan nasabah.

Dalam kaitan dengan layanan digital, Bank Sampoerna telah memiliki aplikasi mobile banking, selain internet banking. Bank Sampoerna juga akan terus menyempurnakan layanan mobile banking ini agar lebih mudah digunakan dan dapat memenuhi berbagai kebutuhan nasabah.

"Memang di era digital ini hampir seluruh layanan perbankan dapat dilaksanakan tanpa perlu datang ke cabang. Termasuk juga penarikan tunai, nasabah Bank Sampoerna dapat menarik tunai di ATM bank manapun secara gratis," katanya kepada Bisnis, Jumat (2/10/2020).

Selain DPK yang bertumbuh, fungsi intermediasi Bank Sampoerna juga masih berjalan di tengah pandemi. Secara year-on-year penyaluran kredit Bank Sampoerna meningkat sekitar 7% hingga akhir bulan Agustus 2020.

Menurutnya, Bank Sampoerna berupaya mengelola likuiditas sesuai dengan kebutuhan. Adanya pelemahan permintaan pembiayaan di tengah pandemi tidak akan menyebabkan kondisi kelebihan likuiditas bagi bank.

"Sejalan dengan kondisi ekonomi, secara keseluruhan permintaan akan kredit sendiri memang tidak sekuat apa yang kami perkirakan sebelum adanya pandemi. Namun demikian kebutuhan akan pendanaan tetap ada," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan kredit likuiditas bank sampoerna
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top