Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BI Klaim Lembaga Keuangan Syariah Lebih Kebal Hadapi Krisis

Daya tahan yang lebih kuat ini dikarenakan nilai-nilai yang dimiliki oleh ekonomi syariah, di antaranya nilai keadilan, keseimbangan, dan transparansi.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 05 Oktober 2020  |  18:02 WIB
Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo, berfoto seusai pengambilan sumpah jabatan di Mahkamahh Agung, Jakarta, Rabu (18/4/2018). - JIBI/Dwi Prasetya
Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo, berfoto seusai pengambilan sumpah jabatan di Mahkamahh Agung, Jakarta, Rabu (18/4/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA - Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo menyatakan lembaga keuangan syaiah memiliki daya tahan yang lebih kuat dalam menghadapi krisis dibandingkan dengan lembaga jasa keuangan lainnya.

Ketika sektor keuangan bertumbangan pada krisis yang terjadi sebelumnya, institusi keuangan syariah justu mengalami pertumbuhan yang positif.

"Kita punya pengalaman krisis di masa yang lalu, meski beberapa institusi keuangan bertumbangan di tingkat global maupun domestik, lembaga keuangan syariah tetap bertahan, malah menunjukkan pertumbuhan positif," katanya dalam video conference, Senin (5/10/2020).

Dody menjelaskan, daya tahan yang lebih kuat ini dikarenakan nilai-nilai yang dimiliki oleh ekonomi syariah, di antaranya nilai keadilan, keseimbangan, dan transparansi.

"[Nilai-nilai ini] merupakan unsur penting yang menunjukkan sektor ini lebih tahan terhadap krisis," katanya.

Dody mengatakan, diharapkan ekonomi dan lembaga keuangan syariah dapat hadir dan menawarkan solusi bagi ketahanan ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

Dia menyampaikan, pandemi Covid-19 memang tidak bisa dipungkiri telah berdampak pada mobilitas manusia, yang akhirnya juga berdampak pada berbagai aktivitas ekonomi dan keuangan di seluruh dunia.

Resesi ekonmi pun tidak bisa dihindari meski otoritas di banyak negara telah menggelontorkan berbagai stimulus, baik dari sisi fiskal dan moneter.

Dody memprediksi ekonomi kuartal III/2020 akan membawa Indonesia memasuki fase resesi, namun dia optimistis kontraksi yang akan terjadi tidak sedalam kontraksi yang terjadi pada kuartal II/2020.

Sebagaimana diketahui, pemerintah memproyeksikan ekonomi Indonesia pada kuartal III/2020 akan terkontraksi pada kisaran -2,9 persen hingga -1,0 persen.

Sementara, untuk keseluruhan tahun 2020, ekonomi diprediksi akan terkontraksi -1,7 persen hingga -0,6 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia keuangan syariah
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top