Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bank Mandiri Buka 2 Cabang Remitansi Baru di Malaysia Tahun Depan

Saat ini perseroan telah melakukan ekspansi ke Malaysia dengan membuka Mandiri International Remittance Office Sdn. Bhd. (MIR) berstatus perusahaan anak.
Gedung Bank Mandiri/bankmandiri.co.id
Gedung Bank Mandiri/bankmandiri.co.id

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. berencana akan membuka dua cabang baru di Sabah dan Serawak, Malaysia pada tahun depan.

Saat ini perseroan telah melakukan ekspansi ke Malaysia dengan membuka Mandiri International Remittance Office Sdn. Bhd. (MIR) berstatus perusahaan anak. Kantor tersebut hadir sejak 2009 yang bertugas menyediakan layanan keuangan yang dibutuhkan oleh warga negara Indonesia yang menjadi pekerja di Malaysia, misalnya dalam jasa pengiriman uang ke Tanah Air.

Selain itu, keberadaan MIR juga difungsikan untuk memfasilitasi kiriman uang jasa perdagangan dan atau investasi masuk ke Indonesia.

Corporate Secretary Bank Mandiri Rully Setiawan mengatakan sampai dengan saat ini MIR memiliki 14 cabang di Malaysia. Rencanananya, akan ada dua cabang baru yang dibuka yakni di Sabah dan Serawak pada tahun depan.

Menurutnya, upaya perseroan melebarkan sayap ke Malaysia karena ingin mendukung para buruh migran Indonesia dalam menjadi pahlawan devisa Indonesia. Selain itu, ekspansi ke Malaysia juga untuk mendukung pengelolaan nasabah-nasabah bank Mandiri di Malaysia terutama dalam hal peningkatan value added.

"MIR merupakan perusahaan anak Bank Mandiri di Malaysia dengan core bisnis remittance. MIR pun diharapkan dapat membantu literasi keuangan para pekerja indonesia di Malaysia dengan referral pembukaan rekening Mandiri Tabungan - khusus pekerja migran Indonesia di Malaysia," katanya kepada Bisnis, Senin (5/10/2020) malam.

Rully mengatakan sejak Covid-19 merebak dan Malysia melakukan lockdown, kinerja MIR mengalami penurunan. Namun per Juli 2020, Pemerintah Malaysia mencabut peraturan lockdown sehingga MIR dapat kembali beroperasional normal sehingga berhasil mencatat volume transaksi sebesar Rp725,9 miliar per Agustus 2020. ROE yang berhasil dicatat oleh MIR per Agustus 2020 adalah sebesar 4,4 persen.

"MIR tidak memiliki produk funding dan lending karena bisnisnya merupakan bisnis remittance. Pada tahun lalu, pengiriman uang ke Indonesia melalui MIR mencapai Rp1,27 triliun," sebutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper