Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Mandiri Buka 2 Cabang Remitansi Baru di Malaysia Tahun Depan

Saat ini perseroan telah melakukan ekspansi ke Malaysia dengan membuka Mandiri International Remittance Office Sdn. Bhd. (MIR) berstatus perusahaan anak.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 06 Oktober 2020  |  08:35 WIB
Gedung Bank Mandiri - bankmandiri.co.id
Gedung Bank Mandiri - bankmandiri.co.id

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. berencana akan membuka dua cabang baru di Sabah dan Serawak, Malaysia pada tahun depan.

Saat ini perseroan telah melakukan ekspansi ke Malaysia dengan membuka Mandiri International Remittance Office Sdn. Bhd. (MIR) berstatus perusahaan anak. Kantor tersebut hadir sejak 2009 yang bertugas menyediakan layanan keuangan yang dibutuhkan oleh warga negara Indonesia yang menjadi pekerja di Malaysia, misalnya dalam jasa pengiriman uang ke Tanah Air.

Selain itu, keberadaan MIR juga difungsikan untuk memfasilitasi kiriman uang jasa perdagangan dan atau investasi masuk ke Indonesia.

Corporate Secretary Bank Mandiri Rully Setiawan mengatakan sampai dengan saat ini MIR memiliki 14 cabang di Malaysia. Rencanananya, akan ada dua cabang baru yang dibuka yakni di Sabah dan Serawak pada tahun depan.

Menurutnya, upaya perseroan melebarkan sayap ke Malaysia karena ingin mendukung para buruh migran Indonesia dalam menjadi pahlawan devisa Indonesia. Selain itu, ekspansi ke Malaysia juga untuk mendukung pengelolaan nasabah-nasabah bank Mandiri di Malaysia terutama dalam hal peningkatan value added.

"MIR merupakan perusahaan anak Bank Mandiri di Malaysia dengan core bisnis remittance. MIR pun diharapkan dapat membantu literasi keuangan para pekerja indonesia di Malaysia dengan referral pembukaan rekening Mandiri Tabungan - khusus pekerja migran Indonesia di Malaysia," katanya kepada Bisnis, Senin (5/10/2020) malam.

Rully mengatakan sejak Covid-19 merebak dan Malysia melakukan lockdown, kinerja MIR mengalami penurunan. Namun per Juli 2020, Pemerintah Malaysia mencabut peraturan lockdown sehingga MIR dapat kembali beroperasional normal sehingga berhasil mencatat volume transaksi sebesar Rp725,9 miliar per Agustus 2020. ROE yang berhasil dicatat oleh MIR per Agustus 2020 adalah sebesar 4,4 persen.

"MIR tidak memiliki produk funding dan lending karena bisnisnya merupakan bisnis remittance. Pada tahun lalu, pengiriman uang ke Indonesia melalui MIR mencapai Rp1,27 triliun," sebutnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank mandiri malaysia kantor cabang
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top