Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tak Lagi di Bank Mandiri, Hery Gunardi Buka-Bukaan Soal Tugasnya dari Menteri BUMN

Hery mengatakan dirinya tetap diberikan tugas oleh Kementerian BUMN untuk mengawal merger perbankan syariah milik BUMN. Mega merger tersebut dinilai sudah semakin kompleks dan berat sehingga tidak bisa dilakukan dengan membagi tugas di kepengurusan bank.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 21 Oktober 2020  |  16:33 WIB
Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Hery Gunardi menyampaikan sambutan pada Property Expo di Jakarta, Kamis (27/2/2020). Bisnis - Dedi Gunawan
Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Hery Gunardi menyampaikan sambutan pada Property Expo di Jakarta, Kamis (27/2/2020). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Hery Gunardi bakal mengisi posisi CEO PT Bank Mandiri Syariah sebelum bank tersebut merampungkan legal merger dengan PT Bank BNI Syariah dan PT Bank BRIsyariah Tbk. pada Februari 2021.

Sementara itu, Tony Eko Boy Subari yang sebelumnya mengisi posisi pimpinan Mandiri Syariah, diputuskan akan kembali ke Bank Mandiri. Berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Bank Mandiri, Tony ditunjuk sebagai Direktur Operations. 

Toni sebelumnya pernah berkarier di Bank Mandiri dengan menjabat sebagai SEVP Special Asset Management Bank Mandiri pada 2016.

Dalam konferensi pers Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Bank Mandiri, Rabu (21/10/2020), Hery mengatakan dirinya sudah tidak lagi menjabat sebagai pengurus di Bank Mandiri. Sejumlah pertanyaan pun diakuinya datang mengenai ke mana Hery selanjutnya.

Hery mengatakan dirinya tetap diberikan tugas oleh Kementerian BUMN untuk mengawal merger perbankan syariah milik BUMN. Mega merger tersebut dinilai sudah semakin kompleks dan berat sehingga tidak bisa dilakukan dengan membagi tugas di kepengurusan bank.

"Saya sudah mulai [mengawal merger] dari Maret 2020, tanggal 12 Oktober lalu tanda tangan conditional agreement, dan 20 kemarin penyampaian rencana dan rancangan merger. Karena tugas sudah semakin kompleks dan berat, saya akan jalankan amanah ini dengan tidak boleh nyambi," katanya, Rabu (21/10/2020).

Menurutnya, legal merger yang diharapkan rampung pada Februari tahun depan, membuat aksi korporasi ini semakin berat dan tidak mudah. Hery yang sebelumnya bertugas sebagai ketua Project Management Office Integrasi (PMO) kini juga berkantor di Intragration Merger Office (IMO).

Sebagai bagian dari merger, Heru akan merangkap sebagai CEO PT Bank Mandiri Syariah sebelum digabung dengan BRI Syariah dan BNI Syariah.

"Dari PMO jadi IMO merangkap dua tempat dan merangkap CEO Bank Syariah Mandiri sebelum gabung dengan BRI Syariah dan BNI Syariah" sebutnya.

Berdasarkan rilis Bank Mandiri, penugasan Hery Gunardi untuk menyelesaiakan merger dilatarbelakangi kecakapan dan pengalamannya dalam mengawal proses merger pembentukan Bank Mandiri sebelumnya. Kecakapan ini diharapkan akan membantu proses merger bank-bank BUMN syariah agar berjalan mulus.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank syariah perbankan bank mandiri
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top