Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Investor Tak Setuju Merger dan Mau Jual Saham BRIS ke BRI? Ini Tahapannya!

Pemegang saham minoritas yang menolak keputusan rapat umum pemegang saham terkait penggabungan, dapat meminta saham-sahamnya dibeli oleh BRI atau pihak lain yang ditunjuk BRI dengan harga Rp781,29 per saham BRIS.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 22 Oktober 2020  |  13:11 WIB
Karyawan melayani nasabah di salah satu kantor cabang BRI Syariah di Jakarta, Rabu (29/7/2020). Bisnis - Abdurachman
Karyawan melayani nasabah di salah satu kantor cabang BRI Syariah di Jakarta, Rabu (29/7/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA - Rencana penggabungan BRISyariah (BRIS) dengan Bank Syariah Mandiri (BSM) dan BNI Syariah akan menggerus saham masyarakat dari 18,47 persen menjadi 4,4 persen.

Pemegang saham minoritas yang menolak keputusan rapat umum pemegang saham terkait penggabungan, dapat meminta saham-sahamnya dibeli oleh BRI atau pihak lain yang ditunjuk oleh BRI dengan harga Rp781,29 per saham BRIS. Harga ini merupakan nilai pasar wajar sebagaimana dinilai oleh KJPP Suwendho, Rinaldy dan Rekan.

Lantas, bagaimana tahapannya jika ingin saham BRIS diserap BRI?

Dalam rancangan penggabungan usaha tiga bank syariah BUMN, dijelaskan bahwa investor yang berhak meminta sahamnya dibeli oleh BRI adalah pemegang saham yang tercatat dalam daftar pemegang saham BRIS pada tanggal 19 November 2020, yaitu satu hari kerja sebelum tanggal pemanggilan RUPSLB.

Apabila, investor yang tidak tercatat dalam daftar pemegang saham BRIS pada tanggal 19 November 2020, maka tidak memiliki hak untuk meminta dibeli sahamnya oleh BRI maupun pihak lain yang akan ditunjuk oleh BRI.

Untuk meminta sahamnya dibeli oleh BRI, pemegang saham wajib mengisi dan melengkapi formulir penjualan saham. Selanjutnya, formulir penjualan saham diserahkan kepada BAE yang ditunjuk, yaitu PT Datindo Entrycom yang beralamat di Jl. Hayam Wuruk No. 28, RT14/RW1, Kb. Klp., Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta.

Formulir penjualan saham harus diserahkan pada pukul 09.00 sampai dengan 15.00 WIB setiap hari bursa dimulai 17 Desember 2020 sampai dengan tanggal 5 Januari 2021. Periode permohonan penjualan dapat diperpanjang kemudian hari jika diperlukan.

Apabila terdapat perubahan pada tanggal berakhirnya periode permohonan penjualan, BRIS akan membuat pengumuman atas perubahan tersebut.

Pemegang saham BRIS yang telah menyerahkan formulir penjualan saham dalam periode permohonan penjualan wajib memberikan instruksi kepada masing-masing perusahaan efek atau bank kustodiannya untuk melakukan instruksi untuk event TEND melalui menu CA Election di C-BEST Next G selama periode yang telah ditentukan dengan memilih Opsi CASH.

Saham yang telah diinstruksikan dengan cara tersebut diatas akan berstatus “Blocked for CA” dan tidak dapat dipindahkan atau diperdagangkan kecuali instruksi tersebut dibatalkan sebelum periode berakhir.

"Pembayaran dari pembelian saham akan dilakukan pada tanggal 5 Maret 2021," tulis dalam rancangan penggabungan. Apabila terdapat perubahan pada tanggal pembayaran, BRIS akan membuat suatu pengumuman atas perubahan tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bri bri syariah merger bank syariah
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top