Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wapres Ma'ruf Amin Bicara Dampak Merger Tiga Bank Syariah BUMN

Skema merger dilakukan dengan konversi saham BSM dan BNI Syariah ke BRI Syariah. Itu dilakukan karena BRI Syariah akan menjadi entitas yang menerima penggabungan atau surviving entity. 
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 24 Oktober 2020  |  12:55 WIB
Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat masih menjalani masa kampanye pemilihan presiden di Desa Cigugur Girang, Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (20/1/2019). - ANTARA/Raisan Al Farisi
Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat masih menjalani masa kampanye pemilihan presiden di Desa Cigugur Girang, Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (20/1/2019). - ANTARA/Raisan Al Farisi

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemerintah tengah memfokuskan pada pengembangan industri keuangan syariah, dimulai dengan menggabungkan tiga bank syariah milik negara, yaitu Bank Syariah Mandiri, BRI Syariah, dan BNI Syariah.

Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan merger bank syariah merupakan salah satu langkah besar untuk memperkuat lembaga keuangan syariah. Penggabungan saat ini sudah dimulai dengan penandatangan conditional merger agreement (CMA) dan diharapkan bank hasil penyatuan itu beroperasi pada Februari 2021.

“Dengan digabungnya itu, bank syariah baru akan mempunyai aset sebesar Rp225 triliun dengan 1.200 kantor cabang. Pada 2025 asetnya menjadi Rp350 triliun,” ujar Wakil Presiden, Ma’ruf Amin melalui virtual, Sabtu (24/10/2020).

Untuk diketahui, ketiga bank sudah menyampaikan rencana merger pada Rabu (21/10/2020). Skema merger dilakukan dengan konversi saham BSM dan BNI Syariah ke BRI Syariah. Itu dilakukan karena BRI Syariah akan menjadi entitas yang menerima penggabungan atau surviving entity. 

Dari laporan penilaian pihak independen, nilai pasar wajar BRIS adalah Rp781,29 per saham, sedangkan BSM dan BNI Syariah masing-masing Rp27.321,67 dan Rp2,73 juta per saham.

Setiap saham yang dimiliki pemegang saham BSM berhak atas 34,9700 saham tambahan di BRIS, yang mencakup total penambahan 20,90 miliar saham. Jumlah ini merepresentasikan 51,2 persen peningkatan modal di bank penerima penggabungan.

Untuk setiap saham yang dimiliki pemegang saham BNI Syariah berhak atas 3.500,2767 saham tambahan di BRIS, yang mencakup total penambahan 10,22 miliar saham. Jumlah ini merepresentasikan  25,0 persen peningkatan modal di bank hasil merger.

Per 30 Juni 2020, jumlah saham yang diterbitkan BRIS adalah 9,71 miliar lembar saham, sedangkan jumlah saham yang diterbitkan BSM sebanyak 597,80 juta saham, dan BNI Syariah menerbitkan 2,92 juta saham.

Sesuai dengan nilai saham per lembar dari masing-masing bank tersebut, setiap saham BSM setara dengan 34,9700 saham dari bank hasil merger dan setiap saham BNIS setara dengan 3.500,2767 saham.

“Dengan demikian, jumlah saham yang diterbitkan oleh bank yang menerima penggabungan pada tanggal efektif penggabungan adalah sebesar 40,84 miliar saham, yang mana akan ada penerbitan saham baru sebanyak 31,13 miliar saham,” demikian yang tertulis dalam prospektus merger bank syariah BUMN.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bri syariah merger bank syariah wapres ma'ruf amin
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top