Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Saham BRIS Terdorong Lonjakan Laba hingga 238 Persen

Pada Senin (26/10/2020), saham BRIS sebetulnya dibuka di zona merah pada level Rp1.195. Namun, hingga pukul 09.14 WIB, saham BRIS mampu naik 2,89 persen atau 35 poin menuju Rp1.245.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 26 Oktober 2020  |  09:27 WIB
Karyawan menunjukan aplikasi BRISOnline di salah satu kantor cabang BRI Syariah di Jakarta, Rabu (29/7/2020). Bisnis - Abdurachman
Karyawan menunjukan aplikasi BRISOnline di salah satu kantor cabang BRI Syariah di Jakarta, Rabu (29/7/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA - Saham PT Bank BRI Syariah Tbk. (BRIS) menguat pada perdagangan Senin (26/10/2020) seiring dengan sentimen lonjakan laba bersih.

Pada Senin (26/10/2020), saham BRIS sebetulnya dibuka di zona merah pada level Rp1.195. Namun, hingga pukul 09.14 WIB, saham BRIS mampu naik 2,89 persen atau 35 poin menuju Rp1.245. Sepanjang pagi ini, saham BRIS bergerak di rentang Rp1.195 - Rp1.305.

Total transaksi saham BRIS mencapai Rp96,91 miliar. Kapitalisasi pasarnya Rp12,1 triliun.

Kendati menguat, saham BRIS masih belum mencapai posisi tertingginya pada pekan lalu di level Rp1.500.

BRIS membukukan kenaikan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik sebesar 238 persen pada kuartal III/2020 dibandingkan periode sama tahun lalu (year on year/yoy) dari Rp56,46 miliar menjadi Rp190,58 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan pada Harian Bisnis Indonesia, Senin (26/10/2020), perolehan laba BRI Syariah tersebut ditopang oleh kenaikan pendapatan setelah distribusi bagi hasil 39,63 persen yoy pada kuartal III/2020 menjadi Rp2,17 triliun.

Selain itu, BRI Syariah juga mencatatkan adanya kenaikan beban operasional pada kuartal III/2020 sebesar 25,81 persen yoy menjadi Rp1,84 triliun.

Selama kuartal III/2020, BRI Syariah menyalurkan piutang senilai Rp23,93 triliun, naik 71,06 persen dibandingkan posisi akhir tahun lalu (year to date/YTD). Penyaluran pembiayaan bagi hasil juga mengalami kenaikan pada kuartal III/2020 sebesar 29,12 persen ytd menjadi Rp15,23 triliun.

Secara keseluruhan, pembiayaan yang disalurkan emiten dengan kode saham BRIS ini per September 2020 senilai Rp40 triliun, tumbuh 47 persen ytd dari Rp27 triliun pada akhir tahun lalu.

Saham BRIS sebelumnya melesat kencang seiring dengan sentimen merger bank syariah BUMN. Namun, rencana merger BRI Syariah dengan Bank Syariah Mandiri (BSM) dan BNI Syariah memang akan menggerus porsi saham investor eksisting, sehingga saham BRIS kembali melesu.

Hal ini terjadi karena skema merger menggunakan mekanisme konversi saham BSM dan BNI Syariah menjadi saham BRIS. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) selaku induk BRIS, kepemilikan sahamnya tergerus dari 73 persen menjadi 17,4 persen.

Investor publik juga harap-harap cemas karena porsi saham turun dari 18,47 persen ke 4,4 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham BUMN bri syariah
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top