Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Saham BRI Syariah (BRIS) Cuma Dibeli Rp781,29. Kenapa?

Investor dapat meminta saham-sahamnya dibeli oleh BRI atau pihak lain yang ditunjuk oleh BRI dengan harga yang ditetapkan senilai Rp781,29 per saham BRIS.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 22 Oktober 2020  |  21:43 WIB
Karyawan beraktivitas di salah satu kantor cabang BRI Syariah di Jakarta, Rabu (29/7/2020). Bisnis - Abdurachman
Karyawan beraktivitas di salah satu kantor cabang BRI Syariah di Jakarta, Rabu (29/7/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA - Laju saham PT Bank BRIsyariah Tbk. dua hari beruntun menyentuh level auto reject bawah (ARB) dampak dari penawaran pembelian saham kepada pemegang saham BRIS dengan harga Rp781,29 per saham.

Saham BRIS berakhir di zona merah pada perdagangan hari ini (22/10/2020). Harga saham BRIS turun 95 poin atau 6,81 poin ke level Rp1.300.

Adapun, harga Rp781,29 per saham BRIS berdasarkan nilai pasar wajar sebagaimana dinilai oleh KJPP Suwendho dan Rekan. Berdasarkan laporan penilaian tertanggal 8 Oktober 2020, KJPP Suwendho dan Rekan berpendapat bahwa nilai pasar wajar dari 100 persen ekuitas BRIS pada tanggal 30 Juni 2020 adalah sejumlah Rp7,59 triliun atau setara dengan Rp781,29 per saham.

"Sebagaimana yang tercantum dalam ringkasan rencana merger, angka tersebut didapat berdasarkan laporan penilaian Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) independen yang dihitung dari valuasi 100 persen ekuitas BRIS per tanggal 30 Juni 2020 adalah sejumlah Rp7,59 triliun dibagi dengan total jumlah saham yang beredar di periode tersebut atau setara dengan Rp781,29 per saham," terang Direktur Bisnis IFG Pantro S. Pander, Kamis (22/10/2020).

Sebagai informasi, Indonesia Financial Group (IFG) adalah brand baru PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI), holding perasuransian dan penjaminan BUMN yang salah satunya membawah PT Bahana Sekuritas yang menjadi advisor atau penasihat keuangan merger.

Memang rencana penggabungan BRIS dengan Bank Syariah Mandiri (BSM) dan BNI Syariah akan menggerus saham masyarakat, dari 18,47 persen menjadi 4,4 persen.

Induk usaha BRI Syariah, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., akan menyerap saham BRIS dari pemegang saham minoritas yang menolak keputusan rapat umum pemegang saham terkait penggabungan.

Investor dapat meminta saham-sahamnya dibeli oleh BRI atau pihak lain yang ditunjuk oleh BRI dengan harga Rp781,29 per saham BRIS. Investor yang berhak meminta sahamnya dibeli oleh BRI adalah pemegang saham yang tercatat dalam daftar pemegang saham BRIS pada tanggal 19 November 2020, yaitu satu hari kerja sebelum tanggal pemanggilan RUPSLB.

Adapun, periode permohonan penjualan dimulai 17 Desember 2020 sampai dengan tanggal 5 Januari 2021. Pembayaran dari pembelian saham akan dilakukan pada tanggal 5 Maret 2021.

Head of Investment PT Reswara Gian Investa Kiswoyo Adi Joe mengatakan koreksi saham BRIS karena efek sentimen pengumuman harga buyback saham BRIS oleh BRI di kisaran harga Rp781. Di samping itu, sentimen juga datang dari efek dilusi kepemilikan saham BRIS.

"Karena efek dilusi dan harga buyback BRI yang rendah banget," katanya.

Kiswoyo menyebut kenaikan harga saham BRIS beberapa waktu lalu didorong euforia merger bank syariah BUMN. Namun, euforia mulai mereda setelah pengumuman skema penggabungan tersebut. "Ini memang kejutan," imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham bank syariah bri syariah merger bank syariah
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top