Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

OJK: Jangan Persulit Klaim Asuransi Agar Penetrasi Meningkat Pesat

Kepala Departemen Pengawasan IKNB 2A OJK Ahmad Nasrullah tak menampik saat ini masih terdapat kesulitan proses klaim yang terjadi di masyarakat. Sayangnya, isu klaim itu kerap menjadi momok sehingga banyak masyarakat yang memilih untuk tidak membeli asuransi.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 27 Oktober 2020  |  11:47 WIB
Karyawan menjawab telepon di Call Center Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta, Senin (30/12/2019). Bisnis - Abdullah Azzam
Karyawan menjawab telepon di Call Center Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta, Senin (30/12/2019). Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan atau OJK menilai bahwa masyarakat kerap merasakan sulitnya proses klaim, sehingga memengaruhi masih rendahnya penetrasi asuransi.

Kepala Departemen Pengawasan IKNB 2A OJK Ahmad Nasrullah menjelaskan bahwa asuransi merupakan bisnis kepercayaan, karena para pemegang polis menyerahkan dananya untuk memperoleh proteksi melalui klaim. Namun, hal tersebut kepercayaan itu kerap terganggu.

Dia tak menampik bahwa saat ini masih terdapat kesulitan proses klaim yang terjadi di masyarakat. Sayangnya, isu klaim itu kerap menjadi momok sehingga banyak masyarakat yang memilih untuk tidak membeli asuransi.

"Industri harus bia membangun kepercayaan. Gampang caranya, orang jangan dipersulit untuk melakukan klaim," ujar Nasrullah dalam webinar Strategi Sektor Keuangan Non Bank Dalam Dorong Pertumbuhan Ekonomi melalui Teknologi yang digelar Bisnis Indonesia pada Selasa (27/10/2020).

Dia menegaskan bahwa klaim nasabah harus bisa ditangani dengan cepat dan profesional oleh perusahaan asuransi. Hal tersebut menjadi faktor krusial untuk meningkatkan penetrasi asuransi di Indonesia, yang sampai saat ini masih berada di kisaran 2%

"Angka penetrasi asuransi masih relatif kecil. Sepertinya tidak pernah keluar dari angka 3%. Kita lihat di negara lain, mestinya [Indonesia] bisa lebih besar," ujarnya.

Meskipun begitu, Nasrullah meyakini bahwa terdapat peluang besar bagi industri asuransi untuk meningkatkan penetrasi asuransi seiring banyaknya jumlah penduduk Indonesia. Menurutnya, jika 20% penduduk bisa berasuransi, maka pertumbuhan industri akan meningkat dan masyarakat semakin terproteksi.

"Industri harus merespon pola perubahan perilaku konsumen yang semakin digital. Perusahaan harus bisa berinovasi menyajikan produk bagi masyarakat," ujar Nasrullah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asuransi OJK
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top