Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Banten Pilih Penyehatan Mandiri, Bank BJB: Merger Tak Lagi Diperlukan

Seluruh pihak pun saat ini dapat memfokuskan pada upaya penyehatan secara mandiri tersebut.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 09 November 2020  |  14:16 WIB
Kantor Bank BJB - bankbjb.co.id
Kantor Bank BJB - bankbjb.co.id

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. menyatakan menghargai keinginan PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk. untuk melakukan penyehatan secara mandiri.

Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Senin (9/11/2020), Bank BJB mengumumkan laporan pelaksanaan public expose secara live tahun 2020. Public expose online tersebut diadakan pada Selasa (27/10/2020).

Dalam laporan tersebut, Bank BJB menyatakan penggabungan atau pengambilalihan Bank Banten tidak lagi diperlukan seiring dengan keinginan Bank Banten dan pemegang saham untuk melakukan penyehatan secara mandiri. Seluruh pihak pun saat ini dapat memfokuskan pada upaya penyehatan secara mandiri tersebut.

"Bank BJB senantiasi menghormati letter of intent yang telah ditanda-tangani GUbernur Jawa Barat bersama Gubernur Banten dan arahan Otoritas Jasa Keuangan dengan melakukan langkah-langkah yang diperlukan dalam sebuah aksi korporasi sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku termasuk pelaksana uji coba tuntas due diligence," tulis manajemen dalam laporan tersebut.

Sementara itu, terkait penempatan dana dari pemerintah dalam rangka program pemulihan ekonomi nasional (PEN), Bank BJB mengaku telah menyalurkan ke debitur UMKM dan nonUMKM termasuk kredit korporasi, komersial, KPR, dan konsumer.

"Bank BJB telah berhasil menyalurkan seluruh dana yang ditempatkan dengan leverage dua kali atau Rp5 triliun dalam waktu kurang lebih dua bulan sejak ditempatkan," tulis dalam laporan.

Sampai denga September 2020, Bank BJB telah memproses restrukturisasi kredit kepada 3.929 debitur dengan nilai Rp721 miliar atau hanya 0,8 persen dari total portofolio kredit.

Sementara itu, Bank BJB pun meyakini pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2021 akan kembali positif dengan kisaran 4 persen sampai dengan 5 persen. Hal ini sejalan dengan proteksi yang dikeluarkan pemerintah ataupun lembaga kredibel lainnya dari nasional maupun internasonal.

Pertumbuhan ekonomi didorong dari sisi supply, di mana pemerintah telah mengganggarkan dana dalam APBN yang cukp besar untuk pembangunan sedangkan dari sisi demand, melalui program bantuan sosial kepada masyarakat. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank bjb merger bpd Bank Banten emiten bank
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top