Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jokowi Curhat Indeks Inklusi Keuangan RI Tertinggal dari Negara Tetangga

Presiden Jokowi menyebut Indeks Inklusi Keuangan Indonesia masih tertinggal dibandingkan dengan beberapa negara Asean lainnya.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 11 November 2020  |  14:23 WIB
Presiden Joko Widodo menyampaikan arahan pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, 2 November 2020  -  Youtube Setpres
Presiden Joko Widodo menyampaikan arahan pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, 2 November 2020 - Youtube Setpres

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar para perusahaan teknologi finansial atau financial technology (fintech) tidak hanya bertindak sebagai penyalur pinjaman dan pembayaran daring saja, tetapi juga sebagai penggerak utama literasi keuangan digital bagi masyarakat.

“Saya harapkan para inovator fintech tidak hanya sebagai penyalur pinjaman, dan pembayaran online saja, tetapi juga sebagai penggerak utama literasi keuangan digital bagi masyarakat,” kata Jokowi saat membuka Indonesia Fintech Summit 2020, Rabu (11/11/2020).

Lebih lanjut, Kepala Negara juga ingin fintech menjalankan fungsi sebagai pendamping perencana keuangan, dan memperluas akses UMKM dalam pemasaran E-commerce.

“Para inovator fintech juga harus mengembangkan diri secara terus menerus untuk menjalankan fungsi agregator dan inovative credit scoring, memberikan layanan equity crowdfunding dan project financing,” imbuhnya.

Menurut Jokowi, semua hal itu perlu dilakukan lantaran Indeks Inklusi Keuangan Indonesia masih tertinggal dibandingkan beberapa negara Asean.

Pada tahun 2019, kata Jokowi, Indeks Inklusi Keuangan Indonesia berada pada angka 76 persen atau lebih rendah dibandingkan beberapa negara lain di Asean seperti Singapura yang mencapai 98 persen, Malaysia 85 persen, Thailand 82 persen.

Sementara itu, tingkat literasi keuangan digital nasional juga masih rendah, yakni baru mencapai 35,5 persen.

“Masih banyak masyarakat yang menggunakan layanan keuangan informal dan hanya 31,26 persen masyarakat yang pernah menggunakan layanan digital,” ujarnya.

Kendati demikian, dia mengapresiasi kinerja fintech di Tanah Air yang memberikan kontribusi positif bagi perekonomian.

Kontribusi fintech pada penyaluran pinjaman nasional di tahun ini mencapai Rp128,7 triliun atau meningkat 113 persen year on year (yoy).

Pada September 2020, terdapat 89 penyelenggara fintech yang berkontribusi Rp9,87 triliun pada transaksi layanan jasa keuangan di Indonesia dan Rp15,5 triliun rupiah disalurkan penyelenggara fintech equity crowdfunding berizin.

“Hal ini merupakan perkembangan yang luar biasa," ungkap Jokowi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi inklusi keuangan
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top