Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Grab Investasi Rp1,4 Triliun di LinkAja, Bagaimana Nasib OVO?

Grab memimpin pendanaan seri B untuk LinkAja bernilai US$100 juta atau sekitar Rp1,4 triliun
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com 12 November 2020  |  12:41 WIB
Pelanggan menggunakan aplikasi LinkAja di salah satu outlet JNE di Jakarta, Senin (10/2/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Pelanggan menggunakan aplikasi LinkAja di salah satu outlet JNE di Jakarta, Senin (10/2/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Dompet digital yang dimiliki kongsi Bank BUMN dan PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel), Link Aja, memilih menggandeng layanan berkendara Grab dalam ekosistem perusahaan.

Grab merupakan perusahaan layanan ride hailing asal Malaysia. Perusahaan ini juga menjalankan bisnis pengantaran makanan, tiket, pulsa bahkan layanan kesehatan.

Sementara Link Aja, dimiliki oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. masing-masing menguasai sekitar 20 persen. Sedangkan Telkomsel memiliki 25 persen saham.

"Grab memimpin tahapan seri B ini selaku pemegang saham minoritas. Ini adalah pertama kalinya LinkAja menerima investasi dari perusahaan swasta yang merupakan perusahaan teknologi besar," kata laman Linkedin perusahaan, Rabu (11/11/2020).

Selain Grab, pendanaan ini juga mengikutkan Telkomsel, BRI Ventura Investama dan Mandiri Capital Indonesia.

"Pendanaan ini menyepakati total komitmen hingga sekitar US$100 juta yang akan dimanfaatkan untuk mengakselerasi pertumbuhan LinkAja menjadi pemimpin teknologi finansial nasional yang berfokus terutama bagi konsumen kelas menengah dan UMKM di Indonesia," katanya.

Dengan masuknya Grab ke Link Aja, bagaimana dengan OVO yang selama ini menjadi dompet digital yang diandalkan perusahaan? Bisnis melayangkan pertanyaan pada Sinta Setyaningsih, Head PR OVO atas kelanjutan dompet digital perusahaan atas aksi Grab ini, namun sampai berita ini diturunkan ia belum memberikan respon meski terdapat dua centang biru menandakan ia telah membaca pertanyaan yang disampaikan.

Sementara itu, Managing Director of Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan bersama Kementerian BUMN dan BUMN terkait yang membangun LinkAja berkomitmen untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan ekosistem startup di Indonesia.

"Kami memilih untuk berinvestasi di LinkAja karena secara bersama kami dapat mengakselerasi tujuan dalam mempercepat inklusi finansial di Indonesia," kata Neneng.

Menurutnya, kolaborasi strategis antara LinkAja dan ekosistem digital Grab yang di dalamnya termasuk OVO dan Tokopedia memungkinkan untuk menyediakan beragam layanan cashless bagi semua lapisan masyarakat Indonesia dengan aman, nyaman dan mudah diakses.

Investasi strategis dari Grab meliputi berbagai sinergi dan potensi kolaborasi yang luas bagi kedua pihak. Sinergi dan kolaborasi dalam hal akses ekosistem maupun teknologi diharapkan dapat mempercepat dan meningkatkan inklusi keuangan bagi masyarakat Indonesia.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Grab ovo LinkAja
Editor : Anggara Pernando

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top