Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Simak, Tips Investasi di Masa Resesi dari BNI Syariah

BNI Syariah bekerja sama dengan ZAP Finance untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait dengan apa yang perlu masyarakat siapkan untuk menghadapi masa resesi.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 18 November 2020  |  10:21 WIB
Nasabah berkomunikasi di dekat logo BNI Syariah di Jakarta, Senin (2/3/2020). Bisnis - Abdurachman
Nasabah berkomunikasi di dekat logo BNI Syariah di Jakarta, Senin (2/3/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA - Investasi merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencapai tujuan finansial. Namun, bagaimana menyiapkan investasi terutama di masa resesi?

Pemimpin Divisi Dana Ritel PT BNI Syariah Ida Triana Widowati mengatakan pihaknya bekerja sama dengan ZAP Finance untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait dengan apa yang perlu masyarakat siapkan untuk menghadapi masa resesi.

Salah satunya, BNI Syariah menggelar sosialisasi produk investasi Green Sukuk Ritel – Sukuk Tabungan seri ST007, Selasa (17/11). Acara ini bertujuan sebagai sarana sosialisasi produk investasi yang harus disiapkan dan dimiliki terutama di masa resesi.

"Webinar ini membahas mengenai seberapa perlu dana darurat dan bagaimana tips investasi menghadapi resesi,” terangnya dalam siaran pers, Rabu (18/11/2020).

CEO ZAP Financial Prita Hapsari Ghozie menjelaskan ada lima hal yang harus diperhatikan di masa resesi. Pertama, earning power yaitu bagaimana mengelola efek resesi terhadap penghasilan dan pendapatan.

Selanjutnya, pengecekan kondisi dana darurat, asuransi kesehatan, serta persiapan dana pendidikan anak dan persiapan dana pensiun. “Di masa resesi ada tiga hal yang menjadi prioritas di antaranya adalah saving, investing, dan protection,” kata Prita Hapsari Ghozie.

Ilustrasi menabung/Istimewa

Untuk tabungan, menurut Prita Hapsari Ghozie harus dibedakan dari dana darurat. Tabungan lebih kepada pengumpulan uang untuk suatu tujuan, sedangkan dana darurat lebih bersifat pencadangan. Jumlah dana darurat yang ideal di masa resesi saat ini adalah 12 kali pengeluaran rutin bulanan.

Investasi erat kaitannya dengan profil risiko dengan beberapa pilihan instrumen yaitu tabungan, deposito, reksadana dan saham. Proteksi bertujuan untuk melindungi pendapatan pencari nafkah. Terkait proteksi asuransi, harus disesuaikan dengan kemampuan finansial dan pemahaman mengenai produk asuransi.

Prita menjelaskan alternatif instrumen investasi di masa pandemi adalah Sukuk Tabungan seri ST007. “Ketika ingin membeli Sukuk Tabungan seri ST007 diusahakan dana yang ada sudah dialokasikan sampai dua tahun ke depan,” kata Prita.

Kelebihan jenis investasi Sukuk Tabungan seri ST007 ini adalah hampir tidak adanya risiko gagal bayar karena dijamin undang-undang. Selain itu ST007 mempunyai sifat floating the floor artinya jika suku bunga acuan naik, maka return-nya juga mengalami kenaikan.

Ida Triana Widowati menambahkan BNI Syariah telah ditunjuk oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan sebagai salah satu mitra distribusi instrumen investasi terbaru yaitu Sukuk Tabungan seri ST007. ST007 adalah versi syariah dari Saving Bond Ritel (SBR), ditawarkan kepada perseorangan Warga Negara Indonesia di Pasar Perdana domestik, tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder tetapi memiliki fasilitas early redemption.

Harapannya, ST007 bisa mendiversifikasi produk investasi nasabah. Sukuk Tabungan ST007 mempunyai kupon 5,50 persen diharapkan bisa menjadi pilihan investasi menarik bagi masyarakat, sehingga diharapkan bisa meningkatkan loyalitas nasabah.

BNI Syariah menargetkan penjualan suku bunga ST007 sebesar Rp75 miliar. Untuk mencapai target ini BNI Syariah melakukan strategi diantaranya adalah pemasaran melalui media publikasi online seperti penyediaan influencer, digital marketing, digital flyer/poster, video edukasi hingga media publikasi lainnya seperti website maupun media luar ruang lainnya.

Selain itu, untuk meningkatkan penjualan ST007, BNI Syariah menyediakan reward berupa voucer belanja dengan minimal pembelian dalam bentuk fresh fund sebesar Rp100 juta.

Kementerian Keuangan menawarkan Sukuk Tabungan seri ST007 pada 04 November 2020 hingga 25 November 2020. Minimal pembelian adalah Rp1 juta dan maksimal Rp3 miliar.

ST007 menggunakan akad wakalah dengan penggunaan dana untuk kegiatan Investasi berupa pembelian hak manfaat barang milik negara serta pengadaan proyek untuk disewakan kepada pemerintah. Kupon pertama dibayarkan pada 10 Januari 2021 di hari kerja tanggal 10 setiap bulannya.

Melalui penerbitan Sukuk Tabungan ST007, pemerintah akan membiayai proyek-proyek ramah lingkungan, seperti transportasi berkelanjutan dan ketahanan terhadap perubahan iklim sebagaimana digariskan dalam Green Bond/Sukuk Framework.

Proses pembelian Sukuk Tabungan ST 007 di BNI Syariah sudah bisa dilakukan dengan sistem online melalui portal https://HaiSBSN.bnisyariah.co.id. HaiSBSN merupakan platform yang disediakan oleh BNI Syariah untuk mengakomodasi investor melakukan transaksi pemesanan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Online yang ditawarkan oleh pemerintah. Informasi lebih lanjut bisa mengakses website BNI Syariah www.bnisyariah.co.id.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi Resesi bni syariah tips keuangan
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top