Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pasca Temuan BPK, Bank Mandiri Perketat Profil Risiko Debitur

Dalam dokumen paparan Bank Mandiri kepada Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI, BPK RI setidaknya menemukan dua temuan pengelolaan fasilitas kredit yang tidak menerapkan prinsip kehati-hatian.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 23 November 2020  |  15:28 WIB
Gedung Bank Mandiri - bankmandiri.co.id
Gedung Bank Mandiri - bankmandiri.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - Pengelolaan fasilitas kredit PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. pada sejumlah debitur dinilai belum sepenuhnya menerapkan prinsip kehati-hatian.

Dalam dokumen paparan Bank Mandiri kepada Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI, BPK RI setidaknya menemukan dua temuan pengelolaan fasilitas kredit yang tidak menerapkan prinsip kehati-hatian.

Pertama, fasilitas kredit kepada satu debitur di bidang usaha handphone melalui pembiayaan Distributor Financing dengan baki debet per 29 November 2019 senilai Rp764,07 juta. Kedua, fasilitas kredit kepada satu debitur di bidang perdagangan elektronik dan komunikasi melalui pembiayaan Distributor Financing dengan baki debet per 29 November 2019 senilai Rp1,56 miliar.

Bank Mandiri pun direkomendasikan untuk melakukan evaluasi atas penyaluran distributor financing dan manual product distributor financing terkait dengan penentuan risk acceptance criteria, dan analisa pemberian kredit.

Selain itu, bank juga diminta memerintahkan pengelola kredit pada bussines banking/small medium credit recovery dan credit operation untuk melakukan upaya penyelesaian atau penagihan secara maksimal untuk meminimalkan kerugian bagi Bank Mandiri.

Sebagai tindak lanjut, Bank Mandiri mengaku telah selesai melakukan perbaikan Produk Mandiri Distributor Financing. Bank Mandiri juga telah melakukan pertemuan dan komunikasi dengan debitur (CV TRN).

Kedua debitur saat ini sedang berusaha menjual asetnya untuk melunasi kewajiban di Bank. Keduanya merupakan debitur write off. Khusus, debitur di bidang perdagangan elektronik dan komunikasi, belum bisa menyelesaikan kewajibannya tetapi tetap berkomitmen untuk melakukan angsuran sebesar Rp10 juta per bulan sejak Agustus 2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan kredit bank mandiri
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top