Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rencana Pemindahan Pengawasan Bank dari OJK Masuk Usulan Prolegnas 2021

Dari 38 RUU yang masuk dalam prolegnas, sebanyak 26 RUU merupakan usulan DPR RI, 10 RUU usulan Presiden, dan 2 RUU merupakan usulan dari DPD RI.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 25 November 2020  |  16:15 WIB
Karyawan berada di dekat logo Otoritas Jasa Keuangan di Jakarta, Jumat (17/1/2020). Bisnis - Abdullah Azzam
Karyawan berada di dekat logo Otoritas Jasa Keuangan di Jakarta, Jumat (17/1/2020). Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah bersama DPR dan DPD RI mengusulkan 38 rancangan undang-undang (RUU) untuk masuk di dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas tahun depan.

Dari 38 RUU yang masuk dalam prolegnas, sebanyak 26 RUU merupakan usulan DPR RI, 10 RUU usulan Presiden, dan 2 RUU merupakan usulan dari DPD RI.

Salah satunya terdapat Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang No.23/1999 tentang Bank Indonesia.

Dalam dokumen daftar usulan RUU Prioritas Tahun 2021 yang diterima Bisnis pada Rabu (25/11/2020), diketahui bahwa naskah akademik dan RUU tentang BI disiapkan oleh Badan Legislasi dan sedang dalam tahap penyusunan.

Sebelumnya, Baleg DPR RI sudah mengusulkan revisi dari UU Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia (BI) pada akhir Agustus 2020.

Dalam revisi ini, salah satu yang akan dilakukan adalah memindahkan pengawasan perbankan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kepada BI. Wacana ini sempat memberikan sentimen negatif pada kisaran September 2020.

Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee mengatakan pemberitaan revisi Undang Undang Bank Indonesia yang berpotensi menghilangkan independensi Bank Sentral dan pengalihan pengawasan industri keuangan dari OJK ke BI membuat dana asing deras keluar dari pasar keuangan Indonesia. 

Menurutnya, dengan mengubah fondasi industri keuangan di tengah badai pandemi, sangat berisiko merobohkan bangunan ekonomi Indonesia.

Isu ini memang sudah dibantah, tetapi sempat berkontribusi pada pelemahan nilai tukar rupiah dan keluarnya dana asing dari pasar keuangan Indonesia.

"Rupiah yang melemah ditambah keluarnya dana asing membuat IHSG sulit menguat signifikan dan cenderung sideways sampai akhir tahun," katanya

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia dpr prolegnas OJK pengawasan bank
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top