Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Momentum Pelemahan Bursa jadi Alasan Masyarakat Beli Unit-Linked

Porsi polis unit-linked tercatat meningkat tipis jika dibandingkan dengan 2019, yakni dari 63,1 persen menjadi 63,9 persen terhadap total portofolio industri.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 01 Desember 2020  |  18:08 WIB
Unit Linked -
Unit Linked -

Bisnis.com, JAKARTA — Peningkatan porsi unit-linked terhadap total polis di industri asuransi jiwa dinilai turut dipengaruhi oleh melemahnya kinerja pasar modal, sehingga menjadi momentum untuk memulai investasi atau time to buy.

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat bahwa pada Oktober 2020, produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unit-linked mencakup 63,9 persen dari total portofolio industri. Produk tersebut mendominasi dibandingkan dengan polis tradisional yang tidak memiliki muatan investasi.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Oktober 2020, perolehan premi asuransi jiwa mencapai Rp139,35 triliun. Dari jumlah tersebut, maka premi unit-linked berada di kisaran Rp89,04 triliun atau 63,9 persen dari portofolio industri.

Porsi polis unit-linked tercatat meningkat tipis jika dibandingkan dengan 2019, yakni 63,1 persen terhadap total portofolio industri. Berdasarkan data OJK per Oktober 2020, premi asuransi jiwa mencapai Rp152,36 triliun, sehingga premi unit-linked berkisar Rp96,141 triliun.

Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu menjelaskan bahwa melemahnya kinerja pasar modal, baik itu saham atau reksa dana memicu masyarakat untuk menempatkan investasi di sana. Nilai yang ada di titik rendah membuat masyarakat tertarik untuk mengambil cuan saat kondisi ekonomi berangsur pulih.

Motif itu pun memengaruhi masyarakat untuk membeli unit-linked karena sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Masyarakat memperoleh proteksi asuransi di tengah kondisi pandemi Covid-19 sekaligus menempatkan investasinya saat ada di titik rendah.

"Kebanyakan membeli unit-linked itu karena time to buy. Ada juga yang baru-baru masuk [beli asuransi], lihat indeks [sedang turun], beli unit-linked," ujar Togar kepada Bisnis, Selasa (1/12/2020).

Ketertarikan masyarakat bukan hanya memengaruhi peningkatan porsi PAYDI terhadap total portofolio. Kinerja premi unit-linked pun mengalami perlambatan yang lebih rendah dibandingkan dengan premi industri secara keseluruhan.

Perolehan premi industri per Oktober 2020 tercatat turun 8,53 persen (year-on-year/yoy) dibandingkan dengan premi Oktober 2019. Adapun, catatan premi unit-linked per Oktober 2020 melambat 7,38 persen (yoy) dibandingkan dengan premi unit-linked per Oktober 2019.

Tekanan perekonomian membuat kinerja investasi terkoreksi, yakni pada Januari–September 2020 menjadi negatif Rp17,57 triliun. Jumlah tersebut anjlok, menurun drastis hingga 252,8 persen (yoy) dibandingkan dengan hasil investasi Januari–September 2019 senilai Rp11,5 triliun.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa efek indonesia asuransi aaji unit linked
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top