Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kawula Muda, Ini Lho Beda Tabungan dan Investasi. Simak Yuk!

Sobat Bisnis apakah sudah paham mengenai perbedaan menabung dan investasi? OJK melalui akun Instagramnya @ojkindonesia menyatakan bahwa keduanya adalah hal yang berbeda.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 02 Desember 2020  |  14:01 WIB
Ilustrasi menabung - Istimewa
Ilustrasi menabung - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Pandemi virus corona yang memukul ekonomi global membuat masyarakat sadar akan pentingnya memiliki dana simpanan.

Tak hanya itu, kenaikan harga emas saat pandemi juga membuat beberapa orang menyesali mengapa tidak berinvestasi di logam mulia ini sebelum harganya melambung.

Namun, sobat Bisnis apakah sudah paham mengenai perbedaan menabung dan investasi? Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui akun Instagramnya @ojkindonesia menyatakan bahwa keduanya adalah hal yang berbeda.

Menabung merupakan kegiatan menyisihkan uang untuk kebutuhan jangka pendek maupun dana darurat, sedangkan investasi merupakan pengembangan uang yang dimiliki untuk mendapatkan keuntungan.

Tabungan dapat diambil kapan saja, sementara investasi perlu waktu untuk pencairan dana. Perbedaan selanjutnya, dalam menabung terdapat imbal hasil pasti dan relatif rendah, risikonya pun juga rendah.

Sementara, investasi memiliki risiko kerugian sebanding dengan imbal hasil yang diharapkan atau high risk high return.

Contoh produk menabung adalah tabungan di bank, sedangkan contoh produk investasi misalnya saham, reksa dana, emas, surat berharga, dan obligasi.

Untuk yang tertarik berinvestasi, OJK pun mengimbau untuk memastikan pihak yang menawarkan investasi telah memiliki izin dari lembaga yang berwenang, seperti OJK, Bank Indonesia, Bappebti, atau Kementerian Koperasi dan UKM.

Beberapa ciri-ciri investasi ilegal yang perlu diwaspadai antara lain menjanjikan keuntungan tidak wajar dalam waktu cepat, menjanjikan bonus dari perekritan anggota baru, dan memanfaatkan tokoh masyarakat atau tokoh agama.

Kemudian menjanjikan aset aman dan jaminan pembelian kembali, klaim tanpa risiko (free risk), dan legalitas tidak jelas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi OJK tabungan menabung
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top